Ribuan Warga Palue Mengungsi

Kompas.com - 05/02/2013, 03:28 WIB
Editor

Maumere, Kompas - Ribuan warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membanjiri Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka) dan Kabupaten Ende untuk menghindari letusan lanjutan Gunung Rokatenda di pulau tersebut. Letusan gunung itu pada Sabtu malam lalu menyebabkan desa di lereng Rokatenda dan pesisir dihujani abu vulkanik.

Yang terparah mendapat hujan abu vulkanik adalah Desa Lidi, Sekoja, dan Nitunglea. Ketiga desa itu diamati oleh tim SAR yang melakukan kunjungan beberapa jam setelah letusan. Atap rumah, lahan pertanian, sumber mata air, dan sumur milik warga dipenuhi abu vulkanik.

Anggota tim SAR Kupang Pos Maumere, Farid Lagapate, di Maumere, Senin (4/2), menuturkan, tim mengunjungi Palue pada Minggu pagi. Gunung Rokatenda meletus Sabtu tengah malam.

”Desa Lidi paling parah tingkat kerusakannya. Tidak ada korban jiwa, tetapi sekitar 700 warga di desa itu terancam. Warga tak bisa mengonsumsi sayuran dan air di desa itu,” kata Farid.

Ribuan warga Pulau Palue mengungsi ke Maumere dan Ende, sebagai daerah yang paling dekat, untuk berlindung. Tak ada data resmi jumlah warga yang mengungsi karena mereka menuju ke rumah warga lain. Pengungsi tak terkonsentrasi di suatu wilayah sehingga sulit didata.

Pengungsi di Ropa, Ende, misalnya berjumlah 153 jiwa dan di Aiwora sekitar 100 jiwa. Mereka berasal dari Lidi. Mereka menolak pindah ke Maumere meski Pemerintah Kabupaten Sikka telah membangun posko pengungsi di Gelora Samador, Waturia, Hawuli, dan Pati Samba. Jumlah pengungsi di Maumere tak kurang dari 900 orang. Mereka berangkat dari Palue dengan memakai puluhan perahu motor.

Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Yohanes Berekmans, pendataan terhadap pengungsi belum dilakukan. Saat Rokatenda meletus pada 22-28 Desember 2012, sebanyak 1.212 warga Palue mengungsi ke Maumere dan Ende.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus mendapatkan informasi bahwa sekitar 2.000 warga Palue mengungsi. (kor)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.