KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Suap Impor Sapi - Kompas.com

KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Suap Impor Sapi

Kompas.com - 04/02/2013, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengumpulkan keterangan saksi terkait dugaan suap impor daging sapi. Pada Senin (4/2/2013), tiga saksi diminta keterangan.

"Terkait proses penyidikan dugaan suap kuota impor daging sapi yang pekan lalu dilakukan penahanan terhadap sejumlah tersangka, ada pemeriksaan tiga saksi untuk empat tersangka," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (4/2/2013) petang. Tiga saksi tersebut adalah petugas keamanan PT Indoguna Utama, Suratno dan Priyoto, serta seorang staf pegawai PT Indoguna Utama, Pudji Rahayu.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap ini. Keempat tersangka itu adalah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, teman dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, serta dua pengusaha PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi.

Luthfi diduga menerima suap dari PT Indoguna Utama melalui Fathanah. Dia diduga "menjual" otoritas untuk memengaruhi pengambil kebijakan impor daging sapi. Sesudah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, Luthfi langsung menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden PKS dan kini ditahan di Rutan Guntur.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPalupi Annisa Auliani
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Nasional
    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Nasional
    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Nasional
    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Nasional
    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Regional
    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Nasional
    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

    Regional
    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    Internasional
    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Nasional
    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Regional
    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Nasional
    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Regional
    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Internasional
    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Regional
    Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

    Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

    Internasional

    Close Ads X