Herman Beri Pinjaman Rp 2 Miliar kepada Choel

Kompas.com - 02/02/2013, 03:10 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisaris PT Global Daya Manunggal, Herman Prananto, Jumat (1/2), diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi terkait kasus korupsi pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga terpadu di Hambalang, Bogor. Seusai diperiksa, Herman mengakui memberikan pinjaman Rp 2 miliar kepada Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel.

Namun, Herman membantah pemberian uang Rp 2 miliar itu terkait dengan kasus Hambalang. PT Global Daya Manunggal merupakan perusahaan subkontraktor dari PT Adhi Karya dalam pengerjaan proyek Hambalang.

Pemberian uang tersebut, menurut Herman, terkait kapasitas Choel sebagai konsultan politik yang memiliki hubungan dekat dengan para kepala daerah. Hal itu diperlukan karena Herman biasa berbisnis ke daerah-daerah. ”Urusannya ke pemda-pemda karena Choel adalah tim sukses dari kepala daerah,” kata Herman.

Sebelumnya, setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu, Choel mengaku menerima uang dari direktur perusahaan yang menjadi subkontraktor proyek Hambalang, PT Global Daya Manunggal, Herman Prananto.

Tak hanya dari Herman, Choel, adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng ini, juga mengaku menerima uang dari pejabat pembuat komitmen proyek Hambalang, Deddy Kusdinar.

Choel menyatakan, pertemuan dengan Herman tak pernah membicarakan soal Hambalang. Sebagai konsultan politik, Choel mengaku punya klien sejumlah kepala daerah. Menurut dia, Herman mungkin ingin dikenalkan kepada sejumlah kepala daerah tersebut untuk kepentingan bisnis perusahaannya di daerah.

Dalam kasus Hambalang, KPK menetapkan dua tersangka, yakni mantan Menpora Andi Mallarangeng dan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar. Keduanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih jauh, Herman juga mengungkapkan, selaku perusahaan subkontraktor, PT Global Daya Manunggal belum dibayar penuh oleh PT Adhi Karya. PT Global mendapat bagian untuk mengerjakan asrama di kompleks sekolah olahraga Hambalang. Pengerjaan proyek tersebut tidak sempat dirampungkan karena kasus Hambalang mulai disidik KPK.

Menurut Herman, PT Global Daya Manunggal mendapatkan subkontraktor proyek Hambalang secara profesional, yaitu dengan menyodorkan proposal kepada PT Adhi Karya. PT Adhi Karya memberikan proyek tersebut karena PT Global Daya Manunggal berpengalaman dalam membangun gelanggang olahraga. (FAJ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.