Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/01/2013, 06:54 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari mengaku sangat terkejut dengan penetapan status tersangka kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq terkait kasus dugaan suap impor daging sapi. Pasalnya, Hajriyanto mengaku sangat dekat dengan Luthfi.

Hajriyanto mengaku sangat dekat dengan Luthfi. Hajriyanto mengatakan, dia dan Luthfi kerap bersama-sama ke luar negeri ketika menjadi pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) periode 2004-2009. Hampir setiap bulan keduanya menghadiri konferensi Parliamentary Union of Islamic (PUIC).

"Saya tahu betul siapa beliau (Luthfi). Beliau seorang yang sangat religius, alim, dan khusyuk sekali. Sungguh saya hampir tidak percaya beliau menjadi tersangka suap," kata Hajriyanto di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Hajriyanto meminta kepada semua pihak untuk mencermati proses hukum terlebih dulu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara pribadi, politisi Partai Golkar itu tak mau mengomentari terkait substansi perkara.

"Pak Luthfi juga manusia biasa. Bisa saja beliau salah dan tergoda. Tetapi, bisa saja beliau terpeleset atau terjebak. Sekali lagi, kalau melihat kealiman beliau, saya lebih memilih menunggu proses hukum berjalan. Itu jauh lebih baik daripada ikut-ikutan menghakimi beliau," pungkas Hajriyanto.

Seperti diberitakan, Luthfi ditetapkan tersangka kasus suap terkait pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian. Selain Luthfi, tiga orang lainnya juga ditetapkan tersangka, yakni Direktur PT Indoguna Utama (IU) berinisial AAE, Direktur PT IU berinisial JE, dan orang dekat Luthfi berinisial AF.

Setelah pengumuman penetapan tersangka, Luthfi langsung diperiksa penyidik KPK. Anggota Komisi I DPR itu membantah temuan KPK terkait keterlibatannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.