Diduga, Uang yang Dijanjikan ke Luthfi Mencapai Rp 40 Miliar - Kompas.com

Diduga, Uang yang Dijanjikan ke Luthfi Mencapai Rp 40 Miliar

Kompas.com - 30/01/2013, 22:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp 1 miliar dari proses tangkap tangan kasus dugaan suap pengurusan impor daging sapi. Kasus ini diduga melibatkan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq.

Informasi dari KPK menyebutkan kalau nilai uang komitmen yang dijanjikan jumlahnya mencapai Rp 40 miliar. Adapun, uang Rp 1 miliar yang disita KPK itu hanyalah uang muka untuk operasional. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya masih menelusuri apakah pemberian uang Rp 1 miliar ini merupakan yang pertama atau yang kesekian kalinya.

"Masih ditelusuri apakah ini yang pertama atau yang beberapa kali," kata Johan di Jakarta, Rabu (20/1/2013).

Dari proses tangkap tangan itu, KPK mengamankan empat orang. Mereka adalah Direktur PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, orang dekat Luthfi Ahmad Fathani, dan seorang wanita bernama Maharani. Setelah melakukan proses pemeriksaan, KPK menetapkan Arya, Juard, Ahmad, dan Luthfi sebagai tersangka.

Adapun Luthfi dan Ahmad diduga menerima suap dari Arya dan Juard terkait pengurusan impor daging sapi. Diduga, uang itu diberikan dalam rangka melancarkan dan menambah kuota impor daging sapi setelah Pemerintah memperketat kebijakan impor sapi. Menyusul penetapan tersangka ini, KPK segera mencegah Luthfi bepergian ke luar negeri.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

    Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

    Megapolitan
    Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

    Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

    Edukasi
    PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

    PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

    Nasional
    Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

    Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

    Regional
    Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

    Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

    Megapolitan
    KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

    KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

    Nasional
    Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa 'Nyaleg' Asalkan...

    Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa "Nyaleg" Asalkan...

    Nasional
    Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

    Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

    Nasional
    Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

    Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

    Regional
    'Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial'

    "Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial"

    Megapolitan
    KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

    KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

    Nasional
    Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

    Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

    Nasional
    Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

    Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

    Megapolitan
    Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

    Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

    Regional
    Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

    Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

    Nasional

    Close Ads X