KPK Menolak Permintaan Hartati

Kompas.com - 30/01/2013, 02:41 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan mengembalikan sembilan tahanannya dari Rumah Tahanan Cabang KPK di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, ke Rutan KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Permintaan terdakwa kasus suap Bupati Buol, Hartati Murdaya, kepada KPK untuk tidak dikembalikan ke Rutan KPK tidak dikabulkan.

”Pimpinan KPK memutuskan semua tahanan harus kembali,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/1). Sembilan tahanan KPK itu dikembalikan karena Rutan KPK sudah layak ditempati kembali.

Saat banjir menggenangi sebagian besar Jakarta, 17 Januari lalu, sembilan tahanan dipindahkan karena Rutan KPK terendam banjir dan aliran listrik padam. Saat ini, untuk mengantisipasi banjir susulan, Unit Pelayanan Gedung KPK telah menyiapkan tanggul berupa karung berisi pasir serta pompa penyedot.

Tahanan laki-laki

Hingga kemarin malam, dari sembilan tahanan, baru lima tahanan laki-laki yang dikembalikan ke Rutan KPK. Mereka adalah mantan Bupati Buol Amran Batalipu; petinggi PT Hardaya Inti Plantations, Yani Anshori dan Gondo Sudjono, serta anggota DPRD Riau, Syarif Hidayat dan Muhammad Rum Zen.

Sementara empat tahanan perempuan akan dikembalikan ke Rutan KPK dari Rutan Guntur, Rabu ini. Keempat tahanan itu adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom; Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations Hartati Murdaya; mantan pejabat Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar; dan Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara Neneng Sri Wahyuni. (K03)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.