Kompas.com - 18/01/2013, 11:41 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Evakuasi karyawan yang terjebak di basement UOB Plaza terus dilanjutkan dengan menguras air. Namun, pembuangan air basement malah diprotes warga di Jalan Kotabumi, yang terletak di sebelah gedung UOB Plaza.

Darmawan, salah seorang warga Kotabumi, mengatakan bahwa air yang membanjiri UOB dikuras dan dibuang ke selokan arah permukiman warga. "Dibuang ke arah permukiman, jadinya banjir lagi kan," kata Darmawan, Jumat (18/1/2013).

Sebelumnya, daerah permukiman tersebut termasuk yang mengalami banjir. "Sudah dijaga sehari semalam karena baru surut, tapi tanpa pemberitahuan malah dibuang ke arah permukiman," sesalnya.

Ia pun menemui pengelola gedung untuk menyampaikan ketidaksetujuan atas tindakan tersebut. Menanggapi komplain warga, proses pengurasan air dari basement UOB kemudian tidak lagi diarahkan ke permukiman warga, melainkan ke arah luar.

Hingga pukul 11.30 WIB, proses pencarian karyawan yang terjebak dan pengurasan air masih berlangsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.