Naik KA, 30 Napi Korupsi Sidoarjo Dikirim ke Sukamiskin

Kompas.com - 16/01/2013, 12:53 WIB
|
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak 30 narapidana korupsi dikirim dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong, Sidoarjo, ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, menggunakan kereta api, Rabu (16/1/2013).

Dari Surabaya, mereka diberangkatkan dari Stasiun Gubeng. Mereka diangkut dengan dua bus khusus dari Lapas Porong lalu diangkut dengan KA Argowilis dalam satu kereta khusus, tepatnya di kereta nomor 5. Para napi itu berangkat pukul 07.30 WIB dan diperkirakan tiba di Bandung pukul 19.30 WIB.

Para napi tersebut berangkat ke stasiun dikawal secara ketat oleh petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim, Polsuska, dan puluhan personel Brimob Polda Jatim yang bersenjata lengkap.

Mereka memasuki area stasiun dari pintu khusus dengan tangan diborgol. Para napi saling dikaitkan dengan satu tali agar tidak kabur.

Para napi tersebut, kata Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jatim Ambeg Paramarta, adalah tahanan dengan kasus korupsi di atas Rp 100 juta. "Selain itu, kasusnya juga menjadi perhatian khusus publik, melibatkan pejabat publik, dan masa tahanannya minimal 1 tahun," katanya.

Ambeg menjelaskan, kebijakan ini memang sempat ditentang keluarga napi, tetapi harus tetap dilakukan sebagai realisasi kebijakan lokasi lapas khusus bagi para koruptor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta Kasus Kematian 7 WNI di Johor Bahru Diusut

Menlu Minta Kasus Kematian 7 WNI di Johor Bahru Diusut

Nasional
MA 'Diskon' Hukuman Anas Urbaningrum, Daftar Koruptor yang Dapat Keringanan Tambah Panjang

MA "Diskon" Hukuman Anas Urbaningrum, Daftar Koruptor yang Dapat Keringanan Tambah Panjang

Nasional
Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

Nasional
Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

Nasional
WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

Nasional
Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

Nasional
Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

[POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

Nasional
Ketua Satgas PEN: Kesehatan yang Utama, Ekonomi Menyusul

Ketua Satgas PEN: Kesehatan yang Utama, Ekonomi Menyusul

Nasional
Realisasi Anggaran Kesehatan Masih di Bawah 30 Persen, Berikut Rinciannya...

Realisasi Anggaran Kesehatan Masih di Bawah 30 Persen, Berikut Rinciannya...

Nasional
Bio Farma Sebut Tak Ditemukan Efek Samping dari Sukarelawan Vaksin Covid-19

Bio Farma Sebut Tak Ditemukan Efek Samping dari Sukarelawan Vaksin Covid-19

Nasional
Tim Riset Skrining 1.447 Sukarelawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Tim Riset Skrining 1.447 Sukarelawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Amien Rais Akan Umumkan Nama Parpol Baru, Bukan PAN Reformasi

Amien Rais Akan Umumkan Nama Parpol Baru, Bukan PAN Reformasi

Nasional
Wamenkeu Sebut 96 Keluarga Nakes Gugur Sudah Terima Santunan Rp 300 Juta

Wamenkeu Sebut 96 Keluarga Nakes Gugur Sudah Terima Santunan Rp 300 Juta

Nasional
Berkas Perkara Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya Dilimpahkan ke JPU

Berkas Perkara Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya Dilimpahkan ke JPU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X