Calon Hakim Agung: Korban dan Pelaku Pemerkosaan Saling Menikmati

Kompas.com - 14/01/2013, 22:04 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak diberlakukan bagi pelaku pemerkosaan. Penjelasannya soal ini mengundang tawa sejumlah anggota Komisi III saat berlangsung fit and proper test hakim agung di Komisi III DPR pada Senin (14/1/2013) ini.

"Bagaimana menurut Anda, apabila kasus perkosaan ini dibuat menjadi hukuman mati?" tanya anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar, ketika itu kepada Daming.

Daming menjawab, "Yang diperkosa dengan yang memerkosa ini sama-sama menikmati. Jadi, harus pikir-pikir terhadap hukuman mati."

Jawaban Daming ini pun langsung mengundang tawa, tetapi tidak sedikit yang mencibir pernyataannya. Dijumpai seusai menjalani fit and proper test, Daming berdalih bahwa pernyataannya itu hanya untuk mencairkan suasana.

"Kita tadi terlalu tegang, jadi supaya tidak terlalu tegang," imbuhnya.

Menurut Daming, hukuman mati harus dipertimbangkan baik-baik. Ia beralasan, dirinya belum memberikan jawaban tegas apakah ia mendukung atau tidak penerapan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan. "Tentu kita harus pertimbangkan baik-baik kasus tertentu, seperti narkoba, korupsi, saya setuju. Tapi untuk kasus pemerkosan, harus dipertimbangkan dulu. Tadi saya belum memberikan jawaban yang tegas," kata Daming.

Menanggapi pernyataan itu, anggota Komisi III lain dari Fraksi Partai Demokrat, Himmatul Aliya Setiawati, menilai candaan Daming sangat tidak pantas.

"Saya kira candaannya tidak pas. Saya setuju ada hukuman mati ya," ucap Aliya.

Meski menganggap tak pantas, ia menilai jawaban Daming sudah memenuhi kriteria yang diharapkan dari seorang hakim agung. "Dari Fraksi Gerindra menyatakan tidak akan memilih, tapi kalau saya sih soal memilih kita lihat nilai-nilai keseluruhannya," tutur Aliya.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ronny Sompie: Imigrasi Tak Pernah Terbitkan Pencekalan Rizieq Shihab

    Ronny Sompie: Imigrasi Tak Pernah Terbitkan Pencekalan Rizieq Shihab

    Nasional
    Sandiaga Klaim PKS Akan Putuskan Cawagub DKI dari 4 Nama yang Diajukan Gerindra

    Sandiaga Klaim PKS Akan Putuskan Cawagub DKI dari 4 Nama yang Diajukan Gerindra

    Nasional
    Bambang Soesatyo Akan Temui Surya Paloh Bahas Amendemen Terbatas UUD 1945

    Bambang Soesatyo Akan Temui Surya Paloh Bahas Amendemen Terbatas UUD 1945

    Nasional
    KPK Panggil Kembali Anak Yasonna Laoly Senin Depan

    KPK Panggil Kembali Anak Yasonna Laoly Senin Depan

    Nasional
    Komisi I DPR: Menlu Tak Pernah Kirim Surat Pencekalan Rizieq Shihab ke Saudi

    Komisi I DPR: Menlu Tak Pernah Kirim Surat Pencekalan Rizieq Shihab ke Saudi

    Nasional
    Bertemu Dubes Arab Saudi, Prabowo Tak Bahas Rizieq Shihab

    Bertemu Dubes Arab Saudi, Prabowo Tak Bahas Rizieq Shihab

    Nasional
    Perludem Usulkan Pembiayaan Partai Politik oleh Negara

    Perludem Usulkan Pembiayaan Partai Politik oleh Negara

    Nasional
    Soal Rizieq, Sandiaga Yakin Ada Solusi Setelah Prabowo-Jokowi Bersatu

    Soal Rizieq, Sandiaga Yakin Ada Solusi Setelah Prabowo-Jokowi Bersatu

    Nasional
    Ketua MPR: PAN Dukung Amendemen Terbatas UUD 1945 untuk Hidupkan GBHN

    Ketua MPR: PAN Dukung Amendemen Terbatas UUD 1945 untuk Hidupkan GBHN

    Nasional
    Ketua MPR: Tiga Parpol Belum Sepakat Amendemen Terbatas UUD 1945

    Ketua MPR: Tiga Parpol Belum Sepakat Amendemen Terbatas UUD 1945

    Nasional
    Pilkada Tak Langsung Dinilai Tak Selesaikan Masalah jika Parpol Tak Berbenah

    Pilkada Tak Langsung Dinilai Tak Selesaikan Masalah jika Parpol Tak Berbenah

    Nasional
    Saat Jokowi Terkesan dengan Foto Dirinya Gendong Anak Papua 

    Saat Jokowi Terkesan dengan Foto Dirinya Gendong Anak Papua 

    Nasional
    Gugat UU Pilkada, Perludem Minta MK Hilangkan Status Kawin sebagai Syarat Pemilih

    Gugat UU Pilkada, Perludem Minta MK Hilangkan Status Kawin sebagai Syarat Pemilih

    Nasional
    Situs CPNS Sempat Sulit Diakses, Ini Penjelasan Menpan RB...

    Situs CPNS Sempat Sulit Diakses, Ini Penjelasan Menpan RB...

    Nasional
    Dirjen Imigrasi Sebut 'Surat Pencekalan' Rizieq Shihab Samar-samar dan Tak Jelas

    Dirjen Imigrasi Sebut 'Surat Pencekalan' Rizieq Shihab Samar-samar dan Tak Jelas

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X