Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nasdem Mulai Aktif Dekati Politisi DPR

Kompas.com - 14/01/2013, 12:44 WIB
Sabrina Asril

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mulai aktif mendekati para politisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sudah ada beberapa politisi Golkar yang dikabarkan akan segera pindah haluan ke Partai Nasdem. Hal ini pun diakui oleh Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Ahmad Rofiq, Senin (14/1/2013), di Jakarta.

"Nampaknya begitu, tetapi belum bisa disebut orang-orangnya. Kami menyambut secara aktif semua potensi yang harus ditampung," ujar Rofiq.

Saat ditanya siapa saja yang akan pindah "gerbong", ia menyatakan belum bisa mengungkapnya. Sementara itu, untuk pendaftaran caleg tingkat pusat, kata Rofiq, masih dalam tahap inventarisasi.

"Pada waktunya, nanti akan diungkap ke publik," kata dia. 

Sebelumnya, sudah ada dua politisi Golkar yang terlebih dulu menyatakan diri bergabung dengan Partai Nasdem, yakni Ferry Mursyidan Baldan dan Jeffrie Geovanie. Rofiq menambahkan, bagi kader parpol lain yang ingin bergabung dengan Partai Nasdem, pihaknya tidak memberikan jaminan apa pun.

"Tidak ada jaminan. Semua akan disesuaikan dengan kompetensi masing-masing," ujarnya.

Selain mempersiapkan caleg di tingkat pusat, Nasdem juga sudah mulai menyeleksi caleg di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Di kedua tingkat itu, banyak caleg juga berasal dari parpol lain. "Politisi parpol lain sangat banyak, terutama di tingkat 1 dan 2," kata Rofiq.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mengakui, ada beberapa anggota Fraksi Partai Golkar di DPR yang akan pindah ke Nasdem. Namun, ia belum mengetahui secara pasti berapa jumlah politisi yang akan meninggalkan Golkar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Hakim Agung Suharto Terpilih Jadi Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial

    Hakim Agung Suharto Terpilih Jadi Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial

    Nasional
    Beda Pendapat, Hakim Saldi Isra: Pemilu Orde Baru Juga Sesuai Prosedur, tapi Tidak Adil

    Beda Pendapat, Hakim Saldi Isra: Pemilu Orde Baru Juga Sesuai Prosedur, tapi Tidak Adil

    Nasional
    Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin Terkait Sengketa Pilpres

    Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin Terkait Sengketa Pilpres

    Nasional
    MK Nilai Kegiatan Bagi-bagi Uang Gus Miftah Tak Berkaitan dengan Kampanye

    MK Nilai Kegiatan Bagi-bagi Uang Gus Miftah Tak Berkaitan dengan Kampanye

    Nasional
    MK: Pengalihan Citra Petahana ke Paslon Tertentu Bisa Pengaruhi Hasil Pemilu

    MK: Pengalihan Citra Petahana ke Paslon Tertentu Bisa Pengaruhi Hasil Pemilu

    Nasional
    Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin: Tak Beralasan Menurut Hukum

    Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin: Tak Beralasan Menurut Hukum

    Nasional
    MK Nilai Airlangga Tak Terbukti Langgar Pemilu karena Bagi-bagi Sembako Sesuai Putusan Bawaslu

    MK Nilai Airlangga Tak Terbukti Langgar Pemilu karena Bagi-bagi Sembako Sesuai Putusan Bawaslu

    Nasional
    MK Anggap Kegiatan Prabowo Bedah Rumah Warga Cilincing Bukan Pelanggaran Pemilu

    MK Anggap Kegiatan Prabowo Bedah Rumah Warga Cilincing Bukan Pelanggaran Pemilu

    Nasional
    MK Tolak Permohonan Anies-Muhaimin, 3 Hakim 'Dissenting Opinion'

    MK Tolak Permohonan Anies-Muhaimin, 3 Hakim "Dissenting Opinion"

    Nasional
    Polri Ingatkan Peserta Aksi Demo Terkait Putusan Sengketa Pilpres Tetap Patuhi Aturan

    Polri Ingatkan Peserta Aksi Demo Terkait Putusan Sengketa Pilpres Tetap Patuhi Aturan

    Nasional
    MK Tolak Permohonan Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

    MK Tolak Permohonan Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

    Nasional
    Imbas Pilpres 2024, MK Minta Pejabat Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Bareng Kampanye

    Imbas Pilpres 2024, MK Minta Pejabat Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Bareng Kampanye

    Nasional
    Bukti Tidak Cukup, Dalil Anies-Muhaimin yang Sebut Menteri Terlibat Menangkan Prabowo-Gibran Ditolak MK

    Bukti Tidak Cukup, Dalil Anies-Muhaimin yang Sebut Menteri Terlibat Menangkan Prabowo-Gibran Ditolak MK

    Nasional
    MK: 'Endorsement' Dapat Bermasalah jika Dilakukan Presiden

    MK: "Endorsement" Dapat Bermasalah jika Dilakukan Presiden

    Nasional
    Soal Putusan Sengketa Hasil Pilpres, Jokowi: Itu Wilayahnya MK

    Soal Putusan Sengketa Hasil Pilpres, Jokowi: Itu Wilayahnya MK

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com