Kompas.com - 11/01/2013, 10:21 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, mengaku dirinya sudah ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengakuan Roy itu disampaikan seusai bertemu dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Roy mengatakan, ia sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Presiden pagi tadi. Fit and proper test dimulai pukul 09.00 WIB. Menurut dia, ikut hadir Wakil Presiden Boediono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

"Tadi sudah disampaikan bahwa Presiden sudah tunjuk saya. Selanjutnya akan dilantik. Saya belum tahu kapan dilantiknya, diminta siap-siap," kata Roy,  seusai bertemu Presiden.

Menurut Roy, ia sudah mendapatkan izin dari Presiden untuk menyampaikan keputusan ini kepada media. Dalam kunjungannya ke Istana pagi ini, Roy datang seorang diri dengan membawa satu map. Dia keluar sekitar pukul 10.00 WIB.

Seperti diberitakan, Andi Mallarangeng mundur sebagai Menpora setelah terjerat kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Setelah itu, jabatan Menpora diisi oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

    Nasional
    Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

    Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

    Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

    Nasional
    Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

    Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

    Nasional
    Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

    Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

    Nasional
    Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

    Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

    Nasional
    Perludem Tegaskan KPU Berwenang Tetapkan Jadwal Pemilu, Ini 3 Aturannya

    Perludem Tegaskan KPU Berwenang Tetapkan Jadwal Pemilu, Ini 3 Aturannya

    Nasional
    Indonesia Diingatkan untuk Tidak Tunjukkan Kesan Terlalu Pragmatis ke Negara Lain

    Indonesia Diingatkan untuk Tidak Tunjukkan Kesan Terlalu Pragmatis ke Negara Lain

    Nasional
    Kehadiran Siaran TV Digital Diprediksi Beri Peluang bagi Kreator Konten

    Kehadiran Siaran TV Digital Diprediksi Beri Peluang bagi Kreator Konten

    Nasional
    Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

    Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

    Nasional
    Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

    Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

    Nasional
    Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

    Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

    Nasional
    Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

    Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.