Hari Ini, Seleksi Hakim Agung Dimulai

Kompas.com - 10/01/2013, 03:04 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mulai melakukan seleksi terharap 24 calon hakim agung pada hari Kamis (10/1) ini. Rekam jejak calon serta berbagai masukan dari masyarakat akan dijadikan pertimbangan untuk meminimalkan terpilihnya hakim yang bermasalah.

Hasil rapat internal Komisi III DPR, kemarin, menyepakati, seleksi calon hakim agung dimulai dengan pembuatan makalah.

”Proses seleksi calon hakim agung, besok (hari ini), dimulai dengan pembuatan makalah,” kata anggota Komisi III DPR, Indra, seusai rapat internal, kemarin.

Proses seleksi dilanjutkan dengan wawancara yang dijadwalkan dilaksanakan pada 14-16 Januari 2012. Pada hari terakhir wawancara itu, dijadwalkan pula pemilihan. Komisi III akan memilih delapan dari 24 calon hakim agung untuk mengisi kursi hakim agung yang saat ini kosong.

Selain hasil seleksi, Komisi III juga akan mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat. Rekam jejak calon hakim agung juga dijadikan pertimbangan dalam pemilihan. Dengan demikian, diharapkan kemungkinan terpilihnya hakim bermasalah atau tidak bermoral bisa diminimalkan.

”Bagi kami, persoalan integritas dan moralitas merupakan hal terpenting dalam memilih calon hakim agung, di samping kapasitas,” ujar Indra.

Khawatirkan narkoba

Sementara itu, sebelum rapat, Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy mengatakan, ada usulan penambahan rangkaian tes dalam seleksi hakim agung ini. ”Jadi nanti akan ada tes narkoba (tes urine) bagi para calon hakim agung,” ujarnya.

Tes urine diusulkan sebagai salah satu upaya mengetahui kemungkinan keterlibatan calon hakim agung dengan sindikat narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Usulan itu tidak disetujui mayoritas fraksi.

Meski demikian, Komisi III DPR masih memiliki strategi lain untuk mencegah kemungkinan keterlibatan calon hakim agung dengan sindikat peredaran narkoba. Salah satunya dengan memastikan komitmen mereka terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Kekhawatiran ini mengemuka lantaran pemalsuan berkas putusan peninjauan kembali (PK) terhadap terpidana mati kasus narkoba Hangky Gunawan oleh Hakim Agung Achmad Yamanie. Karena terbukti melakukan pelanggaran, Mahkamah Agung memecat Yamanie. (NTA)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

Nasional
UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

Nasional
Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

Nasional
UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Nasional
Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

Nasional
Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

Nasional
Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Nasional
“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

Nasional
Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Nasional
Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Nasional
Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Nasional
Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Nasional
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Nasional
UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X