Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Tersangka Baru KPK di Bulan Januari?

Kompas.com - 27/12/2012, 12:14 WIB
Khaerudin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng sepertinya menjadi capaian terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2012. KPK menjanjikan bakal ada tersangka baru pada pertengahan Januari 2013.

”Sepertinya (Andi) memang tersangka terakhir tahun ini. Namun, Januari nanti KPK akan full speed karena ada tambahan penyidik. KPK akan speed up (menaikkan kecepatan) sejumlah penanganan kasus. Media pasti bakal sibuk di bulan Januari,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Johan tidak membantah tersangka baru antara lain dari kasus dugaan korupsi pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. ”Kemungkinannya pekan kedua bulan Januari akan ada tersangka baru,” ujar Johan.

Menurut dia, pimpinan KPK tengah mengevaluasi sejumlah kasus yang ditangani, termasuk kasus Hambalang. ”Saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap keseluruhan proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. Hari ini evaluasi secara keseluruhan, termasuk Hambalang, Century, dan kasus di Kementerian Agama,” ujarnya.

Januari mendatang, KPK akan memeriksa adik Andi, Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel. KPK telah mengirimkan surat perintah pencegahan bepergian ke luar negeri ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk Choel. ”Andi Zulkarnain Mallarangeng akan diperiksa sebagai saksi pada Januari,” ujarnya.

Terhadap kemungkinan Choel dijadikan tersangka karena telah dicegah bepergian ke luar negeri, Johan mengatakan, ”Pencegahan seseorang itu karena KPK menilai sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan sehingga yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri. Pencegahan tak terkait langsung dengan kemungkinan penetapannya sebagai tersangka.”

Kemarin, KPK memeriksa Deddy Kusdinar sebagai saksi untuk tersangka Andi. Deddy yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Hambalang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Seusai diperiksa, Deddy menyatakan tidak pernah minta atau menerima uang terkait proyek Hambalang. Deddy juga membantah berperan menangani sejumlah perusahaan yang ikut menggarap proyek Hambalang.

”Saya ini pejabat pembuat komitmen. Bukan berkomitmen dalam proses situ. Itu, kan, ada panitia lelangnya. Jadi, tidak mungkinlah PPK yang kerja semua itu menentukan soal perusahaan pemenang lelang. Jadi, untuk apa panitia?” kata Deddy.

Soal Choel, Deddy mengaku tak tahu perannya dalam proyek Hambalang. ”Saya, kan, diperiksa buat Pak Andi Alifian, saya tidak tahu-menahu soal Pak Choel. Dia, kan, bukan pejabat negara juga,” ujarnya. (BIL)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menakar Nasib Ketua KPU Usai Diadukan Lagi ke DKPP Terkait Dugaan Asusila

Menakar Nasib Ketua KPU Usai Diadukan Lagi ke DKPP Terkait Dugaan Asusila

Nasional
Tak Lagi Solid, Koalisi Perubahan Kini dalam Bayang-bayang Perpecahan

Tak Lagi Solid, Koalisi Perubahan Kini dalam Bayang-bayang Perpecahan

Nasional
TPN Ganjar-Mahfud Sebut 'Amicus Curiae' Bukan untuk Intervensi MK

TPN Ganjar-Mahfud Sebut "Amicus Curiae" Bukan untuk Intervensi MK

Nasional
Percepat Kinerja Pembangunan Infrastruktur, Menpan-RB Setujui 26.319 Formasi ASN Kementerian PUPR

Percepat Kinerja Pembangunan Infrastruktur, Menpan-RB Setujui 26.319 Formasi ASN Kementerian PUPR

Nasional
Kubu Prabowo Siapkan Satgas untuk Cegah Pendukung Gelar Aksi Saat MK Baca Putusan Sengketa Pilpres

Kubu Prabowo Siapkan Satgas untuk Cegah Pendukung Gelar Aksi Saat MK Baca Putusan Sengketa Pilpres

Nasional
TKN Prabowo-Gibran Akan Gelar Nobar Sederhana untuk Pantau Putusan MK

TKN Prabowo-Gibran Akan Gelar Nobar Sederhana untuk Pantau Putusan MK

Nasional
Jelang Putusan Sengketa Pilpres: MK Bantah Bocoran Putusan, Dapat Karangan Bunga

Jelang Putusan Sengketa Pilpres: MK Bantah Bocoran Putusan, Dapat Karangan Bunga

Nasional
Skenario Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa Pilpres 2024

Skenario Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa Pilpres 2024

Nasional
Kejagung Terus Telusuri Aset Mewah Harvey Moeis, Jet Pribadi Kini dalam Bidikan

Kejagung Terus Telusuri Aset Mewah Harvey Moeis, Jet Pribadi Kini dalam Bidikan

Nasional
Yusril Tegaskan Pencalonan Gibran Sah dan Optimistis dengan Putusan MK

Yusril Tegaskan Pencalonan Gibran Sah dan Optimistis dengan Putusan MK

Nasional
Soal Tawaran Masuk Parpol, Sudirman Said: Belum Ada karena Saya Bukan Anak Presiden

Soal Tawaran Masuk Parpol, Sudirman Said: Belum Ada karena Saya Bukan Anak Presiden

Nasional
Sudirman Said Beberkan Alasan Tokoh Pengusung Anies Tak Ajukan 'Amicus Curiae' seperti Megawati

Sudirman Said Beberkan Alasan Tokoh Pengusung Anies Tak Ajukan "Amicus Curiae" seperti Megawati

Nasional
Soal Peluang Anies Maju Pilkada DKI, Sudirman Said: Prabowo Kalah 'Nyapres' Tidak Jadi Gubernur Jabar

Soal Peluang Anies Maju Pilkada DKI, Sudirman Said: Prabowo Kalah "Nyapres" Tidak Jadi Gubernur Jabar

Nasional
Beda Sikap PSI: Dulu Tolak Proporsional Tertutup, Kini Harap Berlaku di Pemilu 2029

Beda Sikap PSI: Dulu Tolak Proporsional Tertutup, Kini Harap Berlaku di Pemilu 2029

Nasional
Banjir “Amicus Curiae”, Akankah Lahir “Pahlawan” Pengadilan?

Banjir “Amicus Curiae”, Akankah Lahir “Pahlawan” Pengadilan?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com