Tahun 2013, KPK Tancap Gas

Kompas.com - 26/12/2012, 19:58 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi berkomitmen membuat perubahan pada 2013. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya akan mengerahkan kecepatan penuh dalam menangani kasus-kasus korupsi.

"Januari nanti KPK akan full speed karena ada tambahan penyidik baru dari internal itu," kata Johan di Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Menurutnya, 26 penyidik internal baru akan memperkuat KPK pada tahun depan. Kini, para penyidik yang berasal dari seleksi internal itu masih mengikuti pelatihan kerja. Diharapkan, kata Johan, KPK dapat mempercepat proses suatu kasus. Kendati demikian, KPK tetap memegang prinsip kehati-hatian.

"Bukan hanya cepat, tapi juga berhati-hati. Saya kira KPK akan beda pada tahun depan dari tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.


Pada Januari nanti, KPK akan kembali membuat kejutan. Seorang pejabat di KPK mengatakan, pertengahan Januari kemungkinan ada tersangka-tersangka baru yang akan diumumkan. Sepanjang tahun 2012 ini, setidaknya ada 34 kasus yang ditangani KPK.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, beberapa waktu lalu, mengakui, krisis penyidik di lembaga yang dipimpinnya itu memperlambat kinerja KPK. Lembaga antikorupsi itu kehilangan penyidik sejak Kepolisian menarik sekaligus 20 penyidiknya dari KPK pada September lalu.

Belakangan, Kepolisian kembali tidak memperpanjang 13 penyidiknya yang bertugas di KPK. Selain itu, delapan penyidik Kepolisian yang bertugas di KPK mengundurkan diri pada akhir tahun ini.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
KPK Krisis Penyidik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplain Apartemennya Disita Terkait Kasus Jiwasraya, 2 Orang Ini Diperiksa Kejagung

Komplain Apartemennya Disita Terkait Kasus Jiwasraya, 2 Orang Ini Diperiksa Kejagung

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga, PPP Tak Sepakat Pidana Bagi Pendonor Sperma dan Sel Telur

RUU Ketahanan Keluarga, PPP Tak Sepakat Pidana Bagi Pendonor Sperma dan Sel Telur

Nasional
Saat Kalla Beri Tahu Emil Dardak Seni Jadi Orang Nomor Dua...

Saat Kalla Beri Tahu Emil Dardak Seni Jadi Orang Nomor Dua...

Nasional
Polri Sebut Usulan Mahfud soal Polsek Tak Perlu Sidik Kasus Perlu Didiskusikan

Polri Sebut Usulan Mahfud soal Polsek Tak Perlu Sidik Kasus Perlu Didiskusikan

Nasional
Mahfud MD Pastikan Kejagung Tindaklanjuti Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai

Mahfud MD Pastikan Kejagung Tindaklanjuti Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai

Nasional
Menpora Ingatkan Suporter Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Menpora Ingatkan Suporter Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Nasional
Politisi Demokrat: Sudah Jelas Yasonna Melakukan Pembohongan Publik

Politisi Demokrat: Sudah Jelas Yasonna Melakukan Pembohongan Publik

Nasional
Nurhadi jadi Buron KPK, Polri Persilakan Kuasa Hukum dan Keluarga Membantu

Nurhadi jadi Buron KPK, Polri Persilakan Kuasa Hukum dan Keluarga Membantu

Nasional
KPK Ungkap Faktor yang Mempersulit Pencarian Nurhadi dan Harun Masiku

KPK Ungkap Faktor yang Mempersulit Pencarian Nurhadi dan Harun Masiku

Nasional
Mendagri Yakin Pemindahan Ibu Kota Dongkrak Ekonomi Kalimantan

Mendagri Yakin Pemindahan Ibu Kota Dongkrak Ekonomi Kalimantan

Nasional
Periksa Anak Bupati Sidoarjo Nonaktif, KPK Gali Pendanaan Klub Deltras Sidoarjo

Periksa Anak Bupati Sidoarjo Nonaktif, KPK Gali Pendanaan Klub Deltras Sidoarjo

Nasional
Periksa Bupati OKU Selatan, KPK Dalami Aliran Dana Kasus Laboratorium Madrasah

Periksa Bupati OKU Selatan, KPK Dalami Aliran Dana Kasus Laboratorium Madrasah

Nasional
Kritik Anies soal Formula E, Megawati: Monas itu Cagar Budaya

Kritik Anies soal Formula E, Megawati: Monas itu Cagar Budaya

Nasional
'Kalau Pasal 170 Salah Ketik, Masa Bisa Sepanjang Itu...'

"Kalau Pasal 170 Salah Ketik, Masa Bisa Sepanjang Itu..."

Nasional
Tanggapi Usul Mahfud MD, Kabareskrim: Perlu Ada Penegakan Hukum di Daerah Terpencil

Tanggapi Usul Mahfud MD, Kabareskrim: Perlu Ada Penegakan Hukum di Daerah Terpencil

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X