Warga Tolak Perpanjangan Hak Guna Usaha

Kompas.com - 19/12/2012, 05:44 WIB
Editor

Bengkulu, Kompas - Warga dari lima desa di Kecamatan Seluma Barat dan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Bengkulu, memprotes keberadaan PT Sandabi Indah Lestari. Mereka cemas bila perpanjangan hak guna usaha PT SIL disetujui oleh Badan Pertanahan Nasional akan menggusur kebun milik warga.

Tuntutan disampaikan ratusan warga Desa Lunjuk, Tumbuan, Pagar Agung, Sengkuang Jaya, dan Talang Prapat, Selasa (18/12), saat berunjuk rasa di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu. Warga lima desa itu berunjuk rasa didampingi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu dan mahasiswa. Mereka berjalan kaki dari Gelanggang Olahraga Sawah Lebar, Bengkulu. Sejumlah ibu membawa anak kecil juga ikut unjuk rasa itu.

Warga Tumbuan, Putu Sukari, mengatakan, ia takut kebun sawit seluas 2 hektar miliknya diambil alih menjadi lahan hak guna usaha (HGU) PT SIL. Kebun yang menghasilkan 2,5 ton tandan buah segar sawit itu menjadi sumber ekonomi keluarganya.

Saat berdialog dengan perwakilan Kanwil BPN Bengkulu, Ketua Forum Petani Bersatu Kabupaten Seluma Osian Pakpahan menyatakan, 529 keluarga menggarap lahan sekitar 1.400 hektar. Lahan itu masuk dalam wilayah HGU PT SIL yang habis izinnya pada 31 Desember 2012. Selain rumah warga, di lahan itu juga ada sekolah dan poliklinik desa.

Warga khawatir bila HGU PT SIL diperpanjang, mereka akan kehilangan lahan garapan yang sudah dikelola bertahun-tahun.

Tahun 1987, PT Way Sebayur (WS) mendapat HGU di Bengkulu seluas 6.328 hektar. PT WS bangkrut sehingga lahannya telantar. Tahun 1996, warga masuk dan menggarap lahan telantar ini. Warga yang menggarap tanah itu mencapai sekitar 1.000 jiwa. Lahan PT WS itu tahun 2011 dilelang. PT SIL memenangi lelang dengan nilai Rp 51 miliar.

Menurut Kepala Bidang Hak Tanah Kanwil BPN Bengkulu Meddy Rosadi, permohonan perpanjangan HGU oleh PT SIL sudah masuk ke BPN. Namun, belum dilengkapi rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Seluma.

Sebelum perpanjangan HGU dikeluarkan akan ada tim yang mengecek kondisi lahan. Saat pengecekan lapangan itulah akan diketahui apakah lahan itu sudah bebas atau belum. (adh)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X