Kompas.com - 17/12/2012, 20:06 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com – Terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra diketahui sering berpergian ke luar negeri seperti Singapura. Ia juga mengganti namanya menjadi Joe Chan pada passport yang dimilikinya.

“Telah dikeluarkan pasport PNG nomor B330971 atas nama Joe chan. Jadi Djoko Tjandra sudah berubah namanya menjadi Joe Chan. Jadi ganti nama, tapi hanya disingkat saja,” terang Wakil Jaksa Agung Darmono di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012).

Darmono menjelaskan, masa berlaku paspor Indonesia telah habis pada 25 Juli 2012. Ia pun kini berpergian ke luar negeri menggunakan paspor bernama Joe Chan tersebut.

“Paspor Indonesia sudah tidak berlaku mulai 25 Juli 2012 sehingga kalau pergi ke mana-mana dia menggunakan paspor Joe Chan tadi,” jelas Darmono.

Dalam hal ini, Darmono berharap adanya bantuan dari pihak kepolisian untuk mengusut adanya dugaan pelanggaran keimigrasian Djoko. Jika terbukti melanggar, paspor tersebut pun otomatis tidak akan berlaku lagi.

“Saya mengharapkan agar dilakukan langkah-langkah hukum dari peran kepolisian yaitu melakukan penelitian, penyelidikan terhadap pelanggaran keimigrasian. Dengan demikian, kalau pelanggaran imigrasi berarti passportnya akan dicabut. Otomatis dia kalau ada di sana melanggar keimigrasian,” terangnya.

Seperti diketahui, sehari sebelum Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan atas perkaranya, Djoko melarikan diri. MA menyatakan Direktur PT Era Giat Prima itu bersalah. Djoko dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan harus membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.

Djoko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby, pada Juni 2009. Kemudian, Djoko dikabarkan telah pindah kewarganegaraan Papua Nugini (PNG) sejak Juni 2012. Pembahasan soal Djoko sendiri sebelumnya sempat terhambat saat masa transisi PNG berganti pemerintahan yang baru dengan terpilihnya Perdana Menteri (PM) Peter O' Neil.

Tim terpadu pencari terpidana korupsi yang dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung Darmono pun akhirnya mengunjungi langsung PNG untuk membahas Djoko. Dalam kunjungan tersebut pemerintah Indonesia dan PNG sepakat membuat perjanjian ekstradisi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.