Angelina Sondakh Menyesal Masuk Politik

Kompas.com - 15/12/2012, 02:31 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Persidangan kasus dugaan korupsi penggiringan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jumat (14/12) di pengadilan tindak pidana korupsi, dengan terdakwa Angelina Sondakh hampir berakhir. Jumat kemarin agenda sidang pemeriksaan terdakwa.

Menjelang sidang berakhir, Angie, panggilan akrab Angelina, menyatakan menyesal. Namun, mantan Putri Indonesia 2001 ini bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyesal telah masuk ke dunia politik.

”Yang jelas, saya menyesal masuk politik Yang Mulia,” jawab Angie ketika ditanya Ketua Majelis Hakim Sujatmiko.

Seusai pemeriksaan barang bukti, Angie meminta waktu untuk bicara. ”Saya juga menyesal telah mengenal Nazaruddin (M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat) dan menyesal telah memperkenalkan Rosa (Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Pemasaran PT Anugerah Nusantara) dengan Haris (Haris Iskandar, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud),” ujarnya.

Sebelumnya, hakim mencecar Angie seputar perkenalan Angie dengan Nazaruddin, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dengan Rosa, dan terakhir langkah Angie memperkenalkan Rosa dengan Haris. Rangkaian peristiwa itu dianggap hakim penting dibuktikan karena dianggap awal dari pembahasan proyek-proyek di Kemendiknas waktu itu.

Namun, Angie selalu mengelak ketika ditanya apa saja yang dibicarakannya dengan Rosa dan dengan Haris. Angie selalu menjawab lupa jika ditanya substansi pertemuan mereka.

”Ini konteksnya apa kok perkenalan Rosa dan Haris melalui Saudara?” tanya Sujatmiko.

”Saya kan di Komisi X, jadi sering diminta kenalkan orang,” jawab Angie.

”Kenapa Rosa diperkenalkan ke Haris?” tanya Sujatmiko. ”Saya tidak paham, yang saya paham Rosa kerja untuk Nazaruddin,” jawab Angie.

”Apa perkenalan itu ada hubungannya dengan DPR?” tanya Sujatmiko lagi.

”Saya tidak tahu, saya tidak bisa berpendapat,” ujar Angie.

Angie juga tak mengakui telah melakukan percakapan dengan Rosa dan Haris pada 2010 karena ia baru memiliki Blackberry pada akhir 2010. Padahal, percakapan di Blackberry itu penting untuk membuktikan dakwaan jaksa.

Sujatmiko kemudian membeberkan adanya fakta transkrip percakapan antara Rosa dengan nomor PIN Blackberry yang tidak diakui Angie terkait perencanaan proyek. Juga ada transkrip percakapan Blackberry antara Haris dengan nomor PIN yang sama yang juga tidak diakui Angie.

”Saya merasa nama saya dipakai dalam kaitan proyek itu,” jawab Angie. (amr)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X