Kompas.com - 07/12/2012, 21:23 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 224 keluarga korban banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat ini belum mendapatkan tanah untuk lokasi pembangunan hunian tetap (huntap).

Dengan kondisi itu, mereka belum bisa memastikan kapan bisa pindah dari tempat tinggal yang berada dalam zona rawan bahaya banjir lahar dingin.

Penanggungjawab Operasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascaerupsi Gunung Merapi Sektor Perumahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Widya Ayu Winarni, Jumat (7/12/2012), mengatakan, kendati demikian,pihaknya akan tetap berupaya mengusulkan 224 keluarga itu tetap mendapatkan dana bantuan pembangunan huntap pada tahun 2013.

"Kami berharap, tahun depan pemerintah pusat masih mengalokasikan dana bantuan, sehingga mereka yang belum mendapatkan lokasi pada tahun 2012 masih dapat membangun huntap pada tahun 2013," ujar Widya, di Magelang.

Untuk pembangunan huntap, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan dana Rp 7 juta untuk pengadaan tanah dan Rp 30 juta untuk pembangunan rumah.

Tahun ini, Kabupaten Magelang mendapatkan alokasi dana bantuan untuk pembangunan huntap bagi 746 keluarga. Namun hingga November kemarin, baru bisa dibangun huntap untuk 412 keluarga.

Sebanyak 110 keluarga lainnya menolak untuk direlokasi, dan 224 keluarga, meskipun berkeinginan untuk direlokasi, belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap. Huntap dibangun di 13 lokasi.

Muryono, Kepala Desa Sirahan di Kecamatan Salam , mengatakan, hingga saat ini, sekitar 22 keluarga di Desa Sirahan, masih belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap.

"Karena adanya informasi bantuan dana dari pemerintah untuk pembangunan huntap, maka para pemilik tanah di sekitar Desa Sirahan sepertinya memanfaatkan hal itu dengan menaikkan harga tanah," ujarnya.

Rata-rata harga tanah di sekitar Desa Sirahan kini mencapai Rp 100.000 per meter persegi.

Sebelum mendapatkan tanah, sebagian warga memilih untuk tetap bertahan tinggal di rumah masing-masing. Pada kondisi sekarang, ungkap Muryono, warga masih berani tinggal di rumah di tepi sungai, karena intensitas hujan masih terbilang normal.

Ketua tim pendukung teknis Gunung Merapi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutrisno, mengatakan, sekalipun pembangunan huntap semula direncanakan harus selesai tahun ini, pihaknya akan tetap berupaya membantu, kembali mengusulkan dana bantuan pembangunan huntap bagi warga lainnya, yang masih tinggal di zona bahaya lahar dingin.

"Warga yang belum mendapatkan tanah, dan warga yang berubah pikiran dan ingin direlokasi pada tahun 2013, sebisa mungkin akan kami bantu agar tetap dapat membangun huntap," ujarnya.

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.