Kompas.com - 07/12/2012, 16:51 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.comAndi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng mengaku terkesima atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia merasa sama sekali tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Dalam kasus ini, nama Choel dan kakaknya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Mallarangeng, disebut-sebut. Andi sendiri telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. 

"Saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak sedikit pun terkait dengan kasus Hambalang. Saya terkesima ketika membaca semua tuduhan yang dialamatkan kepada saya dalam kaitan dengan kasus tersebut," ujar Choel, Jumat (7/12/2012), dalam jumpa pers di Kantor Freedom Institute.

Choel mengaku lebih terkesima lagi membaca pernyataan sejumlah pihak yang menyiratkan bahwa dirinya memainkan peran sebagai perantara yang menyalurkan dana Hambalang untuk Andi Mallarangeng. Pernyataan-pernyataan yang memojokkan Choel dan Andi itu sempat diungkapkan Wafid Muharam, Mindo Rosalina Manulang, dan Muhammad Nazarudin.

"Saya tergaskan semua itu tidak benar," ujar Choel.

Oleh karena itu, ia mendukung proses hukum untuk menuntaskan kasus ini secepat-cepatnya dan seterang-terangnya. Choel meyakini pengadilan dan proses hukum merupakan cara terbaik untuk mengungkapkan kebenaran dan keadilan.

"Jika kasus ini dapat selesai dengan cepat dan baik, saya dan kakak saya akan melangkah tanpa beban yang terus menggantung," katanya.

"Hidup akan terus berjalan, dengan tikungan dan tanjakannya yang tak terduga. Semoga saya, kakak saya, serta kita semua, dapat memetik pelajaran berharga dari kasus Hambalang ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, selain meminta pencegahan ke luar negeri atas nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng, KPK juga mencegah Andi Zulkarnaen Mallarangeng terkait penyelidikan proyek Hambalang. Andi Zulkarnaen diketahui merupakan adik Andi Mallarangeng yang biasa dipanggil Choel Mallarangeng.

Informasi mengenai pencegahan ini disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

"Saya sebut inisialnya ada tiga, yakni AAM (Andi Alifian Mallarangeng), AZM (Andi Zulkarnaen Mallarangeng), dan MAT (Muhammad Arief Taufiqurrahman) dari PT Adhi Karya," kata Bambang.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kejagung Mulai Jadwalkan Pemeriksaan Pejabat Kominfo soal Dugaan Korupsi Penyewaan Satelit

    Kejagung Mulai Jadwalkan Pemeriksaan Pejabat Kominfo soal Dugaan Korupsi Penyewaan Satelit

    Nasional
    58 Bandar Narkoba dan Napi Pembunuhan Ditempatkan di Lapas High Risk Nusakambangan

    58 Bandar Narkoba dan Napi Pembunuhan Ditempatkan di Lapas High Risk Nusakambangan

    Nasional
    Pengambilalihan Kendali Udara di Natuna Disebut Punya 3 Substansi

    Pengambilalihan Kendali Udara di Natuna Disebut Punya 3 Substansi

    Nasional
    Mengenal Mobil Unimog yang Fotonya Viral dalam Media Sosial AHY...

    Mengenal Mobil Unimog yang Fotonya Viral dalam Media Sosial AHY...

    Nasional
    FIR Jakarta Akan Melingkupi Seluruh Wilayah Teritorial Indonesia

    FIR Jakarta Akan Melingkupi Seluruh Wilayah Teritorial Indonesia

    Nasional
    Tegur PKB, Wakil Sekjen PBNU: Seolah-olah Lebih Hebat dan Berjasa dari NU...

    Tegur PKB, Wakil Sekjen PBNU: Seolah-olah Lebih Hebat dan Berjasa dari NU...

    Nasional
    KSP: Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Bukti Reputasi Pemerintah Membaik

    KSP: Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Bukti Reputasi Pemerintah Membaik

    Nasional
    Penyelesaian Perkara Terhambat, KPK Tambah Personel Jaksa

    Penyelesaian Perkara Terhambat, KPK Tambah Personel Jaksa

    Nasional
    Isi Perjanjian FIR Indonesia-Singapura Belum Bisa Diakses Publik, Pakar Pertanyakan Klaim Pemerintah

    Isi Perjanjian FIR Indonesia-Singapura Belum Bisa Diakses Publik, Pakar Pertanyakan Klaim Pemerintah

    Nasional
    KPK Dalami Uang Rp 200 Juta yang Diberikan Wali Kota Pepen ke Ketua DPRD Bekasi

    KPK Dalami Uang Rp 200 Juta yang Diberikan Wali Kota Pepen ke Ketua DPRD Bekasi

    Nasional
    Sebagian FIR Masih Dikuasai Singapura, Kehormatan RI sebagai Negara Besar Disorot

    Sebagian FIR Masih Dikuasai Singapura, Kehormatan RI sebagai Negara Besar Disorot

    Nasional
    PTM Berlanjut, Satgas: Bisa Dihentikan 2 Minggu jika Ada Temuan Kasus Covid-19

    PTM Berlanjut, Satgas: Bisa Dihentikan 2 Minggu jika Ada Temuan Kasus Covid-19

    Nasional
    Kapolri: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Optimalkan Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional

    Kapolri: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Optimalkan Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional

    Nasional
    MAKI Berharap Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Tak Hanya di Atas Kertas

    MAKI Berharap Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Tak Hanya di Atas Kertas

    Nasional
    BNPB Uji Coba Blue Pass untuk Pelacakan Kontak Erat Covid-19

    BNPB Uji Coba Blue Pass untuk Pelacakan Kontak Erat Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.