Kompas.com - 07/12/2012, 13:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

PAREPARE, KOMPAS.com - Pascapenetapan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek wisma atlet di Hambalang, Bogor, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rumah keluarga besar Andi Parepare terlihat sepi.

Saat dikunjungi, Jumat (7/12/2012) siang, rumah yang berdiri di Jalan Andi Mallarangeng, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan hanya dijaga satu orang keluarga dekat, Andi Fajar Yani.

Andi Fajar Yani adalah sepupu jauh Andi Alfian Mallarangen yang dipercaya merawat rumah orang tua Andi. Rumah Wali Kota ke 4 yang menjabat pada tahun 1969-1972 terlihat sunyi.

Yani yang ditemui wartawan enggan diwawancara. Dia hanya mengatakan, dirinya sudah mengetahui kalau sepupunya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Namun Fajar Andi pun mengaku percaya kalau Andi tidak terlibat korupsi. "Saya tidak pecaya, kalau Kak Puang Andi Alfian (Sebutan raja, orang Bugis) terlibat korupsi. Dia orangnya jujur dan tidak jahil masa kecilnya. Rajin shalat dan mengaji," kata Andi Fajar Yani. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kader Partai Demokrat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet Hambalang sejak awal Desember. Namun hal itu baru terungkap kemarin malam. Selanjutnya pengumuman resmi tentang status mantan jurubicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dilakukan Jumat pagi oleh Ketua KPK Abraham Samad di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

Sesaat setelah itu, Andi Mallarangeng yang telah menghadap Presiden menggelar jumpa pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dalam jumpa pers itu ia menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan menteri.

Baca juga:
Andi Mallarangeng: Saya Memohon Maaf
Hari Ini Presiden Tunjuk Pengganti Andi Mallarangeng
Andi Mallarangeng: Kebenaran Akan Terungkap
Andi Mallarangeng Tak Mau Jadi Beban SBY
Andi Mallarangeng Sempat Titip soal PSSI

Berita terkait penetapan Menteri Andi sebagai tersangka dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.