Giliran Idris Laena Dikonfrontasi dengan 2 BUMN - Kompas.com

Giliran Idris Laena Dikonfrontasi dengan 2 BUMN

Kompas.com - 04/12/2012, 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat kembali melakukan konfrontasi antara direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anggota dewan terkait dugaan permintaan upeti yang diadukan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Hari ini, Selasa (4/12/2012), BK akan mempertemukan anggota Komisi VI dari Fraksi Golkar Idris Laena dengan Direksi PT Garam dan PT PAL Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua BK M Prakosa dalam pesan singkat yang diterima wartawan, pagi ini.

"Hari ini akan dikonfontasi Pak Idris Laena dengan PT Garam pukul 13.00 dan dengan PT PAL pukul 14.00," ucap Prakosa.

Saat ini, BK menangani tiga kasus dugaan pemerasan yang dilakukan anggota DPR terhadap direksi BUMN. Pertama, kasus dugaan pemerasan yang dilakukan anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Sumaryoto terhadap direksi PT Merpati Nusantara Airlines. Kedua, kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dalam sebuah rapat pertemuan 1 Oktober antara beberapa anggota Komisi XI dan direksi Merpati. Sejumlah politisi yang diadukan Dahlan Iskan ialah Zulkifliemansyah (F-PKS), Achsanul Qosasi, Linda Megawati, Saidi Butar-butar (F-Demokrat), dan I Gusti Agung Ray Wijaya (F-PDI Perjuangan). Ketiga, kasus dugaan pemerasan Idris Laena terhadap direksi PT PAL Indonesia dan PT Garam.

Saat diperiksa terpisah beberapa waktu lalu, Laena mengakui pernah mengirimkan pesan singkat lebih dari 20 kali kepada direksi PT PAL.

"Setelah semua dilakukan konfrontasi, rencananya, hari Rabu sudah dapat diambil keputusan," ujar Prakosa.

Keputusan BK nantinya bisa berupa sanksi ringan, seperti teguran ringan atau tertulis, sanksi sedang seperti pencopotan dari alat kelengkapan DPR, hingga sanksi berat pemberhentian jika terbukti menerima uang suap. Hingga kini, BK baru menemukan indikasi pelanggaran dalam kasus Idris Laena dan Sumaryoto yang melakukan pertemuan berkali-kali di luar agenda resmi DPR.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Close Ads X