Kompas.com - 03/12/2012, 10:39 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/12/2012). Dia akan diperiksa terkait posisinya sebagai tersangka.

Djoko tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 09.50 WIB, didampingi dua pengacaranya, Hotma Sitompul dan Juniver Girsang. Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu tampak mengenakan kemeja garis-garis biru yang dipadu dengan jaket kulit cokelat tua.

Belasan anggota kepolisian tampak mengawal kedatangan Djoko. Saat memasuki Gedung KPK, jenderal bintang dua itu tidak berkomentar.

Pemeriksaan Djoko sebagai tersangka hari ini merupakan yang kedua. Awal Oktober lalu, KPK memeriksa Djoko selama kurang lebih delapan jam. Seusai diperiksa, mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu mengaku siap memenuhi panggilan pemeriksaan selanjutnya.

Saat itu, KPK tidak langsung menahan Djoko. Pemeriksaan Djoko, pada 5 Oktober tersebut, diikuti dengan penangkapan penyidik KPK Komisaris Polisi Novel Baswedan.

Tidak lama setelah Djoko keluar Gedung KPK pada malam itu, sejumlah petugas Kepolisian Daerah Bengkulu dengan dibantu pasukan dari Polda Metro Jaya menggeruduk Gedung KPK untuk menangkap Novel yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Peristiwa 5 Oktober tersebut membuat hubungan KPK-Polri semakin meruncing.

Hingga kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kalau penetapan Novel sebagai tersangka tidak tepat waktu dan caranya. Presiden juga menginstruksikan Polri menyerahkan sepenuhnya kepada KPK penanganan kasus simulator SIM.

Dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM, Djoko diduga bersama-sama melakukan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara atau menguntungkan pihak lain. Selain Djoko, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni mantan Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo dan dua pihak rekanan, Budi Susanto serta Sukotjo S Bambang. Diduga, timbul kerugian negara sekitar Rp 100 miliar dalam proyek simulator tersebut.

Berita terkait kasus ini dapat diikuti dalam topik:
Dugaan Korupsi Korlantas Polri

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Transmisi Covid-19 di Jakarta, Banten, dan Yogyakarta Masuk Level 2

Kemenkes: Transmisi Covid-19 di Jakarta, Banten, dan Yogyakarta Masuk Level 2

Nasional
Soal Penyelesaian Persoalan di Papua, Yudo Margono: TNI Tegas, tapi Harus Humanis

Soal Penyelesaian Persoalan di Papua, Yudo Margono: TNI Tegas, tapi Harus Humanis

Nasional
Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka Ferry Mursyidan

Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka Ferry Mursyidan

Nasional
Sudirman Said Sebut Ferry Mursidan Pernah Keliling Indonesia Minta Pendukung Prabowo Berdamai Pasca Pilpres 2019

Sudirman Said Sebut Ferry Mursidan Pernah Keliling Indonesia Minta Pendukung Prabowo Berdamai Pasca Pilpres 2019

Nasional
11 Anggota Komisi I Verifikasi Faktual ke Rumah Dinas Yudo Margono

11 Anggota Komisi I Verifikasi Faktual ke Rumah Dinas Yudo Margono

Nasional
Usai Disetujui jadi Panglima TNI, Yudo Margono Pilih Jalan Kaki ke Rumah Dinasnya

Usai Disetujui jadi Panglima TNI, Yudo Margono Pilih Jalan Kaki ke Rumah Dinasnya

Nasional
Kelakar Yudo Margono Pamerkan Sinergitas TNI-Polri: Ini Istri Saya Saja Polri

Kelakar Yudo Margono Pamerkan Sinergitas TNI-Polri: Ini Istri Saya Saja Polri

Nasional
Bupati Cianjur: Ada 373 Gempa Susulan hingga 2 Desember 2022

Bupati Cianjur: Ada 373 Gempa Susulan hingga 2 Desember 2022

Nasional
Ganjar Unggul di Banyak Survei, Zulkifli Hasan Sebut Akan Pertimbangkannya Jadi Capres KIB

Ganjar Unggul di Banyak Survei, Zulkifli Hasan Sebut Akan Pertimbangkannya Jadi Capres KIB

Nasional
Yudo Margono Mengaku Semangat Jalani Uji Kelayakan karena Didampingi Kapolri, KSAD dan KSAU

Yudo Margono Mengaku Semangat Jalani Uji Kelayakan karena Didampingi Kapolri, KSAD dan KSAU

Nasional
KSAU Fadjar Cuma Nyengir Saat Ditanya soal Ketidakhadiran Eks KSAU Agus Supriatna di Sidang Korupsi Helikopter AW-101

KSAU Fadjar Cuma Nyengir Saat Ditanya soal Ketidakhadiran Eks KSAU Agus Supriatna di Sidang Korupsi Helikopter AW-101

Nasional
Jenderal Andika Perkasa Diberhentikan dengan Hormat sebagai Panglima TNI

Jenderal Andika Perkasa Diberhentikan dengan Hormat sebagai Panglima TNI

Nasional
Jalani Fit and Proper Test dengan Komisi I, Yudo Margono Siap Jadi Panglima TNI Gantikan Andika Perkasa

Jalani Fit and Proper Test dengan Komisi I, Yudo Margono Siap Jadi Panglima TNI Gantikan Andika Perkasa

Nasional
LPSK Sebut Pernah Mendapat Keterangan yang Sama dari Bharada E soal Wanita Menangis di Rumah Sambo

LPSK Sebut Pernah Mendapat Keterangan yang Sama dari Bharada E soal Wanita Menangis di Rumah Sambo

Nasional
Update Gempa Cianjur Per 2 Desember 2022: 331 Meninggal Dunia, 11 Orang Belum Ditemukan

Update Gempa Cianjur Per 2 Desember 2022: 331 Meninggal Dunia, 11 Orang Belum Ditemukan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.