KPK Membidik Andi Mallarangeng

Kompas.com - 01/12/2012, 04:23 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi membidik Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Bahkan tak hanya Andi, KPK juga mengincar sejumlah nama besar lain yang diduga ikut menerima aliran dana dalam kasus Hambalang.

Untuk memastikan keterlibatan mereka, KPK pun menunda pengumuman tersangka baru dalam kasus ini. KPK telah menetapkan pejabat di Kemenpora, Deddy Kusdinar, sebagai tersangka pertama kasus ini. Deddy adalah pejabat pembuat komitmen dalam proyek Hambalang. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut Deddy sebagai anak tangga pertama dalam kasus ini.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, KPK tengah mengembangkan penyidikan kasus Hambalang. ”Di antaranya dengan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan (saksi),” kata Johan di Jakarta, Jumat (30/11).

Salah satu tempat yang digeledah KPK terkait kasus ini adalah rumah petinggi PT Adhi Karya, perusahaan yang menjadi kontraktor utama proyek Hambalang.

Namun, Johan mengelak saat ditanya tentang seberapa dekat KPK dalam mendapatkan bukti-bukti keterlibatan sejumlah orang, termasuk Andi. Johan juga mengatakan, KPK belum menetapkan tersangka baru di kasus Hambalang.

”Saya bicara pada tataran hari ini (kemarin) bahwa belum ada tersangka baru. Saya tidak mau bilang akan ada tersangka. Tetapi, yang pasti kami terus mengembangkan kasus ini. Gelar perkara pasti akan dilakukan, tetapi saya belum tahu kapan jadwalnya,” ujarnya.

Kompas mendapat informasi dari salah seorang petinggi KPK bahwa semakin kuat petunjuk dan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan Andi dalam proyek Hambalang. Dibandingkan dengan dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam proyek ini, bukti-bukti dan petunjuk yang mengarah ke Andi malah lebih kuat.

Beberapa waktu lalu, Andi membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. ”Pokoknya saya menjalankan tugas sebagai menteri sebaik-baiknya. Saya tidak pernah meminta atau menerima apa pun. Karena itu, serahkan semuanya kepada proses hukum biar semua jelas persoalannya,” kata Andi.

Sebelumnya, penyelidikan KPK terkait adanya aliran dana dalam proyek Hambalang mengarah kepada Anas yang diduga menerima pemberian mobil mewah Toyota Harrier dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang sumbernya berasal dari proyek Hambalang. (bil)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.