Mayat Antek Israel Diseret di Jalanan Gaza

Kompas.com - 21/11/2012, 08:53 WIB
EditorEgidius Patnistik

GAZA CITY, KOMPAS.com — Kelompok militan yang diyakini berasal dari Brigade Ezzedine al-Qassam secara terbuka mengeksekusi enam orang yang dituduh berkolaborasi dengan Israel, Selasa (20/11/2012), saat angkatan udara Israel meningkatkan pengeboman dalam salah satu hari paling mematikan dari aksi militernya di Gaza.

Mayat seorang kolaborator atau antek Israel itu diikat ke bagian belakang sebuah sepeda motor dan diseret melewati pusat Gaza City dalam sebuah konvoi sepeda motor. Celana orang itu dilorotkan ke bawah dan lengannya direntangkan ke belakang.

Sejumlah saksi mata mengatakan, enam pria sebelumnya telah dibawa ke sebuah jalan utama di kawasan Sheikh Radwan di Gaza City dan dipaksa untuk tiarap di tanah, di mana mereka akhirnya ditembak mati.

Sebuah pesan dilaporkan disematkan ke tubuh mereka. Bunyinya, "Brigade Al-Qassam mengumumkan eksekusi terhadap para pengkhianat" yang "berkontribusi pada kematian banyak pejuang dengan melaporkan posisi mereka... dan memberikan informasi tentang pergerakan para pejuang kepada musuh".

Kelompok hak asasi manusia masih menyelidiki insiden itu. Issam Yousef, Direktur Al Mezan Center untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan, ia tidak dapat memastikan siapa yang menangkap atau membunuh orang-orang itu. "Beberapa nama yang diberitahukan kepada saya malam ini (tentang para kolaborator yang tewas dibunuh) telah didakwa dan dijatuhi hukuman mati. Mereka bukannya diambil begitu saja dari jalanan hari ini dan ditembak," kata Yousef seperti dikutip Sydney Morning Herald, Rabu (21/11/2012).

"Para kolaborator merupakan masalah yang sangat serius dalam masyarakat Palestina. Berdasarkan ratusan kasus, ada kejahatan sangat serius yang dilakukan para kolaborator, terutama dalam situasi seperti ini."

Namun, bukan dengan langsung mengeksekusi, para kolaborator harus dituntut dan ditangani sesuai hukum, dan hak-hak hukum mereka dilindungi, kata Yousef. "Di sini Israel menyasar warga sipil dan pemimpin perlawanan, mereka melakukannya dengan drone (pesawat tanpa awak), tetapi mereka juga dengan menggunakan para kolaborator," kata Yousef.

Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) mencatat bahwa para kolaborator Israel "merupakan bagian integral dari struktur pendudukan dan salah satu senjata paling efektif yang digunakan militer Israel dalam mempertahankan pendudukan ilegal itu".

"Para kolaborator bekerja sama dalam, dan bahkan melakukan, kejahatan militer Israel, jenis kejahatan yang sering merupakan kejahatan perang sebagaimana didefinisikan dalam hukum kemanusiaan internasional."

PCHR, yang juga vokal dalam menentang hukuman mati, mengatakan, para kolaborator harus ditangani secara ketat sesuai standar internasional tentang penangkapan, penahanan, dan hak atas pengadilan yang adil.

Eksekusi terhadap enam tertuduh antek Israel itu terjadi pada hari ketujuh serangan militer Israel yang telah menewaskan lebih dari 120 warga Palestina, baik militan maupun warga sipil, serta empat warga Israel, termasuk seorang prajurit yang meninggal pada Selasa. Eksekusi itu menyusul insiden serupa pada Jumat, di mana kaum militan Palestina secara terbuka mengeksekusi seorang pria yang dituduh menyediakan informasi intelijen kepada militer Israel. Sebuah pesan yang melekat pada tubuhnya menyatakan bahwa dia mengaku telah berpartisipasi dalam 15 operasi pembunuhan Israel.

September lalu, pengadilan di Gaza menghukum mati seorang pria atas tuduhan berkolaborasi dengan Israel, lapor kantor berita Maan.

Berita terkait lainnya dapat dibaca di : Gaza Membara

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat, Produksi APD Mandiri

    Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat, Produksi APD Mandiri

    Nasional
    Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

    Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

    Nasional
    Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

    Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

    Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

    Nasional
    Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

    Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

    Nasional
    3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

    3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

    Nasional
    Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

    Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

    Nasional
    Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

    Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

    Nasional
    Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

    Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

    Nasional
    Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

    Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

    Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

    Nasional
    Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

    Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

    Nasional
    PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

    PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

    Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

    Nasional
    Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

    Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X