Kompas.com - 15/11/2012, 22:58 WIB
Penulis Khaerudin
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Kabinet Dipo Alam melaporkan praktik kongkalikong anggaran antara pejabat di tiga kementerian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seusai melaporkan ke KPK, Rabu (14/11/2012) malam, Dipo Alam mengunci rapat-rapat informasi tentang nama kementerian yang dia laporkan dan siapa saja anggota DPR yang diduga ikut terlibat dalam kongkalikong anggaran tersebut.

Namun, berdasarkan penelusuran Kompas, tiga kementerian yang dilaporkan Dipo adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perdagangan.

Sementara anggota DPR yang diduga ikut terlibat kongkalikong anggaran adalah anggota komisi yang bermitra dengan ketiga kementerian tersebut. Kemarin malam Dipo memang mengakui bahwa dia melaporkan tiga kementerian.

Dipo mengatakan, ia hanya meneruskan laporan dari para pegawai negeri sipil (PNS) yang mengetahui penyelewengan di instansi masing-masing. Laporan dari PNS yang masuk ke Seskab tersebut, katanya, diuji ulang dengan dikonfirmasi kepada si pelapor.

Dipo juga mengaku sudah menyerahkan dokumen serta bukti-bukti pendukung kepada KPK. "Intinya ini adalah suatu laporan dari PNS. Jadi, kalau ada yang sebut itu fitnah, memang kita lihat ada tertulis. Demikian juga ada kementerian dan menteri yang mau bersama-sama untuk klarifikasi di KPK, akan mengklarifikasikannya," katanya.

KPK mengatakan akan menindaklanjuti laporan Dipo. Laporan Dipo langsung diterima oleh Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Handoyo Sudrajat.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, KPK masih menelaah laporan Dipo. Johan mengatakan, bila dari hasil validasi dan verifikasi atas laporan Dipo tersebut ditemukan adanya bukti awal terjadinya tindak pidana korupsi, dipastikan KPK akan membuka penyelidikan atas kasus kongkalikong anggaran di tiga kementerian ini.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Kongkalikong di Kementerian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Status Irjen Napoleon Sebagai Polisi Aktif Dipertanyakan, Ini Kata Polri

    Status Irjen Napoleon Sebagai Polisi Aktif Dipertanyakan, Ini Kata Polri

    Nasional
    Pimpinan Duga Ada Agenda Tertentu di Balik Pertemua Jokowi dengan Sejumlah Anggota MRP

    Pimpinan Duga Ada Agenda Tertentu di Balik Pertemua Jokowi dengan Sejumlah Anggota MRP

    Nasional
    Wabah PMK Merebak Jelang Idul Adha, DD Farm Pastikan Pasokan Hewan Kurbannya Sehat

    Wabah PMK Merebak Jelang Idul Adha, DD Farm Pastikan Pasokan Hewan Kurbannya Sehat

    Nasional
    PDI-P Dinilai Harus Berkoalisi di Pilpres 2024

    PDI-P Dinilai Harus Berkoalisi di Pilpres 2024

    Nasional
    Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

    Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

    Nasional
    Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

    Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

    Nasional
    Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

    Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

    Nasional
    Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

    Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

    Nasional
    Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

    Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

    Nasional
    Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

    Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

    Nasional
    Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

    Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

    Nasional
    Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

    Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

    Nasional
    Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

    Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

    Nasional
    Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

    Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

    Nasional
    Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

    Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.