Kompas.com - 15/11/2012, 13:59 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Mencegah kemungkaran meski keras bukan berarti intoleran. Tidak ada satu agama pun yang tidak membolehkan memberantas perjudian, perzinahan, dan kemaksiatan lainnya. Beberapa organisasi massa berhaluan Islam yang melekat dengan label kekerasan perlu diluruskan. Itulah pemikiran Rhoma Irama, si raja dangdut yang sudah menyatakan diri siap maju sebagai calon presiden 2014.

Rhoma angkat bicara soal ormas-ormas Islam yang selama ini dituding kerap melakukan kekerasan. "Mayoritas masyarakat kita umat Islam akhir-akhir ini masyarakatnya tidak Islami. Ketika ada umat Islam yang berusaha mencegah kemungkaran, maka dituduh intoleran. Ketika ingin tegakkan akidah, lalu dituduh tidak menghargai perbedaan," ujar Rhoma, Selasa (13/11/2012), saat ditemui Kompas.com di Jakarta.

Rhoma menilai jika sikap berusaha memberantas kemaksiatan disebut intoleran, maka sesungguhnya masyarakat menginginkan kemungkaran tetap terjadi. "Apakah mencegah kemungkaran itu keras? Agama mana yang tidak melarang kemungkaran? Agama mana yang tidak melarang perzinahan? Agama mana yang tidak melarang perjudian? Itu semua kemungkaran yang harus dilawan, diberantas," kata Rhoma.

Stigma negatif ormas Islam yang dekat dengan kekerasan ini, diakui Rhoma, harus diluruskan. Dai kondang ini menyatakan bahwa ajaran agama Islam adalah perintah untuk mencintai umat lain. "Jadi, (Islam) sangat kondusif menciptakan perdamaian global dan Internasional. Jadi, jangan takut Islam mendiskriminasikan agama-agama lainnya," tukas Rhoma.

Rhoma mengaku resah dengan kondisi masyarakat saat ini yang disebutnya mudah emosi dan tidak sopan. Padahal, masyarakat Indonesia terkesan sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun. Keadaan masyarakat yang memprihatinkan ini yang menjadi salah satu alasan Rhoma maju dalam bursa capres.

"Ini sudah terjadi demoralisasi. Kita sudah hanyut dalam demokrasi yang permisif, serbaboleh. Saya ingin kembalikan bangsa ini untuk kembali kepada Pancasila. Menjadi Islam sama saja dengan menegakkan Pancasila itu sendiri," kata Rhoma.

Baca juga:
Rhoma Irama Bicara Soal Pesaingnya Jadi Capres
Rhoma Irama Menunggu Pinangan Parpol
Rhoma Irama Fenomenal, Tak Bisa Diremehkan
Rhoma Irama: Visi Misi Saya Lagu Dangdut

Maju Jadi Capres, Rhoma Irama Siap Dihujat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita terkait wacana pencapresan Rhoma bisa diikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Satgas: Peluang Terbentuknya Varian Baru Covid-19 Setelah Vaksinasi Lebih Rendah

    Satgas: Peluang Terbentuknya Varian Baru Covid-19 Setelah Vaksinasi Lebih Rendah

    Nasional
    Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas: Implikasi Minimnya Protokol Kesehatan

    Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas: Implikasi Minimnya Protokol Kesehatan

    Nasional
    Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Satgas: Hanya Bergejala Ringan yang Boleh Isoman

    Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Satgas: Hanya Bergejala Ringan yang Boleh Isoman

    Nasional
    Luhut: Sekarang Kita Mengerti Teknik Tracing Penting dalam Penanganan Covid-19

    Luhut: Sekarang Kita Mengerti Teknik Tracing Penting dalam Penanganan Covid-19

    Nasional
    Disomasi Moeldoko, ICW: Kami Punya Mandat untuk Awasi Pemerintah

    Disomasi Moeldoko, ICW: Kami Punya Mandat untuk Awasi Pemerintah

    Nasional
    Melihat Berbagai Jenis Vaksin Covid-19 beserta Efikasinya

    Melihat Berbagai Jenis Vaksin Covid-19 beserta Efikasinya

    Nasional
    Satgas: Masyarakat Harus Siapkan Diri Hidup Berdampingan dengan Covid-19

    Satgas: Masyarakat Harus Siapkan Diri Hidup Berdampingan dengan Covid-19

    Nasional
    Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

    Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

    Nasional
    Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

    Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

    Nasional
    Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

    Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

    Nasional
    Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

    Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

    Nasional
    Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

    Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

    Nasional
    Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: 'Booster' Vaksin Hanya bagi Nakes

    Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: "Booster" Vaksin Hanya bagi Nakes

    Nasional
    Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

    Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

    Nasional
    KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

    KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X