Tantangan Negara Islam ke Depan Makin Besar

Kompas.com - 14/11/2012, 02:55 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kondisi perekonomian global yang tidak pasti dan melambat bisa menjadi kendala bagi perkembangan ekonomi negara-negara Islam. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya komprehensif untuk meningkatkan kerja sama dan investasi di antara negara-negara Islam.

”Persoalan yang dihadapi negara-negara Islam sangat banyak dan kompleks, dari masalah politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sampai perumahan. Semuanya masih harus dibenahi. Untuk itu, diperlukan jembatan yang bisa menyatukan mereka agar tumbuh bersama,” kata Tan Sri Ahmad Fuzi, Sekretaris Jenderal World Islamic Economic Forum (WIEF) Foundation, di Jakarta, Selasa (13/11).

WIEF sebagai sebuah forum bisa menjadi jembatan untuk membahas perkembangan situasi ekonomi dunia terkini lalu bersama-sama mencari jalan pemecahannya. ”WIEF itu hanya satu forum kecil. Sementara persoalan yang dihadapi negara-negara Islam luar biasa besar. Jadi, masih dibutuhkan forum-forum lain, upaya-upaya lain, dan kerja sama yang lain agar sedikit demi sedikit semua persoalan bisa dipecahkan,” kata Tan Sri.

Sementara itu Tanri Abeng, anggota WIEF, mengatakan, WIEF bisa dimanfaatkan pengusaha Indonesia untuk menangkap peluang-peluang yang ada dan mengembangkan bisnisnya.

Forum tahunan WIEF Ke-8 yang akan diselenggarakan pada 4-6 Desember 2012 di Johor Bahru, Tanri berharap, bisa menjadi ajang yang berharga bagi pengusaha Indonesia. ”Forum ini akan membahas perubahan dinamis yang terjadi di dunia ekonomi global dan bagaimana cara yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan yang ada,” tutur Tanri.

Forum yang bertema ”Changing Trends, New Opportunities” ini akan dibuka Perdana Menteri Malyasia HE Dato’ Sri Najib Tun Abdul Razak. Forum ini juga akan berupaya menyatukan komunitas Muslim dan non-Muslim serta menyediakan koneksi dan kesempatan bisnis yang menghubungkan para pemimpin dunia bisnis, finansial, serta politik.

Dalam forum ini, yang akan tampil sebagai pembicara antara lain mantan Perdana Menteri Malyasia YABhg Tun Abdullah Hj Ahmad Badawi, Presiden Islamic Development Bank HE Dr Ahmad Mohammad Ali, Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassin, Presiden Union of The Comoros Ikililou Dhoinine, dan Deputi Perdana Menteri serta Menteri Keuangan Singapura, Tharman Shanmugaratman.

Dari Indonesia akan tampil pula tiga pembicara, yakni Ketua DPD RI Irman Gusman, pendiri Indonesia Mengajar Anies Rasyid Baswedan, dan Nana Firman dari Eco Fab Living.

Tan Sri Ahmad Fuzi menjelaskan, dalam forum ini, pengembangan untuk perempuan dan anak muda pebisnis juga akan didorong. ”Perempuan pebisnis mempunyai peluang-peluang yang sangat besar. Namun, akses untuk mereka masih belum terbuka sepenuhnya. Sementara populasi terbesar di negara-negara Islam saat ini adalah anak muda. Untuk itu, kami akan mendorong mereka untuk lebih berkembang lagi,” ujarnya. (ARN)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X