Kompas.com - 13/11/2012, 11:40 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Sosok si Raja Dangdut Rhoma Irama kembali mengundang kontroversi. Kali ini, Rhoma didaulat untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu 2014 mendatang. Dengan modal dukungan para ulama dan pecinta musik dangdut, Rhoma pun menyatakan kesanggupannya untuk maju menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Ya, setelah diminta oleh ulama dan pendukung saya, akhirnya saya menyatakan siap dicalonkan sebagai presiden. Dicalonkan ya, bukan mencalonkan," ujar Rhoma, Senin (13/11/2012), saat dijumpai Kompas.com di Wisma Nusantara, Jakarta.

Rhoma pun mengaku sebenarnya tidak terobsesi akan jabatan presiden. Ia menceritakan sempat ditawari sebagai calon wakil presiden dan calon presiden pada tahun 2004 dan 2009. "Saya sudah dari dulu ditawarkan jadi capres dan cawapres pada tahun 2004 dan 2009, tetapi saya tolak semua karena memang saya tidak terobsesi," katanya.

Rhoma bahkan menilai posisi jabatan presiden menyeramkan. "Saya ingin katakan jabatan presiden buat saya itu bukan jabatan yang menggiurkan yang harus dikejar apalagi harus bayar. Jabatan itu justru menakutkan karena menjadi presiden itu memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Setiap napas harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan bangsa," ucapnya.

Kendati mengaku memiliki tanggung jawab yang berat, Rhoma menyatakan dirinya siap berkompetisi untuk menjadi calon presiden. Ia pun mengatakan mulai membuka komunikasi dengan partai politik mana pun.

Sebelumnya, para ulama yang tergabung dalam Wasilah Silaturahim Asatidz Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama) mendaulat Rhoma Irama sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Dukungan tersebut diklaim merupakan hasil kesepakatan satu juta anggota Wasiat Ulama di seluruh Indonesia.

"Wasiat Ulama melihat sosok Rhoma Irama pantas dicalonkan menjadi RI-1 periode 2014-2019. Kami menyatakan dukungan sepenuhnya kepada beliau," kata Ketua Umum DPP Wasiat Ulama Fachrurozy Ishaq dalam acara pendeklarasian dukungan di Kantor Sekretariat Wasiat Ulama, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2012).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Fachrurozy, sosialisasi mendukung "Raja Dangdut" menjadi calon presiden (capres) tersebut telah dilakukan selama satu bulan terakhir. Sosialisasi itu diberikan kepada sekitar satu juta anggota Wasiat Ulama di Indonesia. Ia mengatakan, salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan kepada anggotanya adalah menggunakan metode ceramah. Menurutnya, sosialisasi itu telah mendapatkan respons positif dari para anggota.

"Kita ceramah di mana-mana keliling Indonesia. Kita selipkan itu, bagaimana kondisi Indonesia dan bagaimana kondisi umat Muslim, dan mereka setuju," katanya.

Dalam acara yang dihadiri struktur organisasi Wasiat Ulama seluruh Indonesia itu, Fachrurozy menegaskan bahwa Wasiat Ulama memiliki cita-cita akan terbentuknya negara yang adil dan makmur. Cita-cita itu dianggap hanya bisa terwujud apabila Indonesia dipimpin oleh sosok yang beriman kepada Allah, berakhlak, berwawasan luas, dan mempunyai keinginan kuat menyempurnakan Indonesia. Ia mencontohkan beberapa tokoh nasional yang memperjuangkan negara, umat Islam pada khususnya, yaitu Imam Bonjol, Teuku Umar, Soekarno, dan Bung Tomo.

"Semua itu bukti bahwa umat Islam Indonesia sangat cinta terhadap NKRI dan mencanangkan negara adil-makmur," ujarnya.

Sebelum acara deklarasi yang berlangsung sekitar satu jam itu, Wasiat Ulama telah memberitahukan kepada Rhoma mengenai dukungan tersebut. Menurut Fachrurozy, pemimpin grup musik Soneta Grup itu tidak keberatan atas deklarasi dukungan terhadap dirinya untuk maju dalam bursa capres RI 2014.

Berita terkait wacana pencapresan Rhoma bisa diikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014

Baca juga:
Ruhut: Rhoma Nyapres, Inul Juga Bisa!
Rhoma Irama Jadi Capres, Ulama Gerilya ke Parpol

Pengamat: Rhoma 'Nyapres', Anggap Saja Joke of the Month

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    Nasional
    Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

    Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

    Nasional
    Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

    Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

    Nasional
    Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

    Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

    Nasional
    Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

    Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

    Nasional
    Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

    Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

    Nasional
    Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

    Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

    Nasional
    Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi 'Online' dengan 'Host' Wanita Seksi

    Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi "Online" dengan "Host" Wanita Seksi

    Nasional
    Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

    Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

    Nasional
    Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

    Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

    Nasional
    Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

    Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

    Nasional
    Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

    Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

    Nasional
    Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

    Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

    Nasional
    Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

    Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

    Nasional
    UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

    UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.