Bertemu Direksi BUMN, 5 Anggota DPR Memeras?

Kompas.com - 09/11/2012, 15:43 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyerahkan lima nama tambahan kepada Badan Kehormatan DPR atau BK DPR, Rabu (7/11/2012), terkait anggota DPR yang diduga melakukan pemerasan. Menurut informasi, kelima anggota Dewan yang dilaporkan itu melakukan pertemuan dengan direksi salah satu BUMN. Ketua DPR Marzuki Alie mengakui bahwa laporan yang dibuat Dahlan terkait pertemuan itu.

"Saya kemarin dapat laporan dari BK bahwa menyebutkan lima nama, tapi tidak ada cerita menyebutkan adanya masalah uang. Hanya ada pertemuan 1 kali dengan lima anggota DPR," ujar Marzuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Pertemuan ini, kata Marzuki, dianggap Dahlan seolah-olah berlatar belakang meminta jatah. "Tidak ada bukti memeras, meminta jatah. Dalam konteks apa juga tidak tahu," kata politisi Partai Demokrat ini.

Oleh karena itu, Marzuki menilai, BK perlu untuk menindaklanjutinya dengan memanggil direksi BUMN yang menyampaikan informasi dugaan pemerasan ini. Pemanggilan direksi BUMN juga perlu untuk menghimpun bukti.

"Ini terlalu gegabah menuduh dan menyampaikan di ruang publik. Padahal, tidak ada apa-apa, tidak ada bukti, akhirnya membuat gaduh politik, apalagi ini antar-lembaga negara. Dia eksekutif, masak menyerang parlemen," ucap Marzuki.

Saat dipanggil BK pada Senin (5/11/2012) lalu, Dahlan hanya melaporkan dua nama anggota DPR, yakni Idris Laena dari Fraksi Partai Golkar dan Sumaryoto dari Fraksi PDI Perjuangan. Idris diduga meminta jatah ke PT PAL dan PT Garam, sementara Sumaryoto diduga meminta jatah ke PT Merpati Nusantara Airlines. Praktik pemerasan diduga dilakukan terkait penyertaan modal negara (PMN).

Selain dua nama itu, Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro juga menyerahkan seorang oknum DPR berinisial IS yang disebut meminta jatah 2.000 ton gula. Setelah didesak anggota BK, Dahlan akhirnya menambahkan lima nama baru lagi pada Rabu (7/11/2012) melalui surat yang ditujukan kepada pimpinan DPR. BK hingga kini masih merahasiakan kelima nama itu.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dahlan Iskan Versus DPR

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 Polisi di Aceh Diperiksa, Diduga Aniaya Pria dengan Gangguan Jiwa

    2 Polisi di Aceh Diperiksa, Diduga Aniaya Pria dengan Gangguan Jiwa

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Sekali Lagi, Proses Penularan Corona Masih Terjadi

    Jubir Pemerintah: Sekali Lagi, Proses Penularan Corona Masih Terjadi

    Nasional
    Pemerintah Ajak Masyarakat Tinggalkan Cara Berpikir Sebelum Wabah Covid-19

    Pemerintah Ajak Masyarakat Tinggalkan Cara Berpikir Sebelum Wabah Covid-19

    Nasional
    Ini Data Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi Setelah Jakarta

    Ini Data Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi Setelah Jakarta

    Nasional
    Pemerintah: Kita Tak Bisa Kembali ke Kondisi Normal, Kita Harus Buat Paradigma Baru

    Pemerintah: Kita Tak Bisa Kembali ke Kondisi Normal, Kita Harus Buat Paradigma Baru

    Nasional
    Jangan Ada Ruang untuk Saling Mengeluh dan Menyalahkan di Tengah Pandemi...

    Jangan Ada Ruang untuk Saling Mengeluh dan Menyalahkan di Tengah Pandemi...

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Belum Ada Vaksin Covid-19, Jangan Sampai Tertular!

    Jubir Pemerintah: Belum Ada Vaksin Covid-19, Jangan Sampai Tertular!

    Nasional
    248.555 Spesimen Sudah Diperiksa, Pemerintah: Kita Tes secara Masif dan Tracing secara Agresif

    248.555 Spesimen Sudah Diperiksa, Pemerintah: Kita Tes secara Masif dan Tracing secara Agresif

    Nasional
    Sebaran Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia, Penambahan Tertinggi di Jatim

    Sebaran Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia, Penambahan Tertinggi di Jatim

    Nasional
    Ini Sebaran 22.271 Kasus Covid-19 Indonesia, DKI Jakarta 6.634 Kasus

    Ini Sebaran 22.271 Kasus Covid-19 Indonesia, DKI Jakarta 6.634 Kasus

    Nasional
    526 Kasus Baru Covid-19 di 26 Provinsi, Jakarta, Jatim, dan Papua Tertinggi

    526 Kasus Baru Covid-19 di 26 Provinsi, Jakarta, Jatim, dan Papua Tertinggi

    Nasional
    Hingga 24 Mei, Sudah 248.555 Spesimen Diperiksa untuk Covid-19

    Hingga 24 Mei, Sudah 248.555 Spesimen Diperiksa untuk Covid-19

    Nasional
    Hingga 24 Mei, Ada 42.551 ODP dan 11.389 PDP Covid-19 di Indonesia

    Hingga 24 Mei, Ada 42.551 ODP dan 11.389 PDP Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Menkes Terbitkan Panduan Mitigasi Covid-19 di Tempat Kerja Jelang New Normal

    Menkes Terbitkan Panduan Mitigasi Covid-19 di Tempat Kerja Jelang New Normal

    Nasional
    Hingga 24 Mei, Total Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.372 Orang

    Hingga 24 Mei, Total Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.372 Orang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X