Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menpora Tak Tahu Harus Teken Kontrak Hambalang

Kompas.com - 31/10/2012, 19:23 WIB
Sabrina Asril

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku tak tahu jika menteri harus terlibat dan menandatangani dokumen kontrak proyek di kementeriannya yang benilai di atas Rp 50 miliar, termasuk proyek Hambalang. Hal ini terungkap saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan dalam sesi wawancara terhadap Andi.

"Saudara Menpora, waktu ditanya mengapa kontrak Rp 50 miliar ke atas tidak ditandatangani, mengatakan, saya tidak tahu," ujar Ketua BPK Hadi Poernomo, Rabu (31/10/2012), usai jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Hadi menilai, para pejabat negara seharusnya sudah tahu soal peraturan perundang-undangan yang masuk ke dalam berita negara. "Artinya, apakah kalau teman-teman mencuri, maaf pak saya belum baca KUHAP. Ya, tidak bisa!" katanya.

Dengan pernyataan Menpora itu, Hadi menilai Andi tetap salah karena melakukan pembiaran kewenangannya dilimpahkan ke Sekretaris Menpora Wafid Muharram.

"Tetap ada kesalahan bahwa dia melakukan pembiaran kepada stafnya untuk tidak ditegur sehingga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, BPK menyerahkan audit proyek Hambalang kepada pimpinan DPR. Di dalam laporan hasil pemeriksaan investigasi tahap I itu menyebutkan kerugian negara akibat proyek Hambalang senilai Rp 243,66 miliar.

Di dalam laporan itu, Andi Mallarangeng akhirnya masuk. Andi dinilai sudah membiarkan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahara Wafid Muharram melakukan kewenangan menteri dan tidak melakukan pengawasan dalam hal penyetujuan kontrak tahun jamak dan penentuan pemenang lelang konstruksi. Padahal, nilai kontrak tersebut di atas Rp 50 miliar sehingga harus atas persetujuan menteri.

Baca juga:
KPK: Proyek Hambalang Rugikan Negara Rp 10 Miliar
Tujuh Indikasi Penyimpangan Proyek Hambalang
Ini Peranan Pihak yang Diduga Terlibat Proyek Hambalang

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
Audit Investigasi Hambalang Diintervensi?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Jokowi Dinilai Tak Jadi Penghambat Pertemuan Prabowo dan Megawati

    Jokowi Dinilai Tak Jadi Penghambat Pertemuan Prabowo dan Megawati

    Nasional
    Idrus Marham Ungkap Rosan dan Arsjad Sudah Bertemu, Suasananya Cair

    Idrus Marham Ungkap Rosan dan Arsjad Sudah Bertemu, Suasananya Cair

    Nasional
    Pakar Nilai 'Amicus Curiae' Megawati Belum Tentu Berdampak pada Putusan MK soal Sengketa Pilpres

    Pakar Nilai "Amicus Curiae" Megawati Belum Tentu Berdampak pada Putusan MK soal Sengketa Pilpres

    Nasional
    Usut Pengendara Mengaku Adik Jenderal Cekcok dengan Warga, TNI: Mobilnya Milik Purnawirawan

    Usut Pengendara Mengaku Adik Jenderal Cekcok dengan Warga, TNI: Mobilnya Milik Purnawirawan

    Nasional
    Kakorlantas Minta PO Bus Sediakan Sopir Cadangan, Jam Kerja Tak Lebih dari 8 Jam

    Kakorlantas Minta PO Bus Sediakan Sopir Cadangan, Jam Kerja Tak Lebih dari 8 Jam

    Nasional
    Korlantas: Sepeda Motor Paling Banyak Terlibat Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2024

    Korlantas: Sepeda Motor Paling Banyak Terlibat Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2024

    Nasional
    TNI Ungkap Jenazah Danramil Aradide Dibawa ke Rumah Duka di Nabire

    TNI Ungkap Jenazah Danramil Aradide Dibawa ke Rumah Duka di Nabire

    Nasional
    Prabowo Disebut Bakal Temui SBY di Cikeas Sore Ini

    Prabowo Disebut Bakal Temui SBY di Cikeas Sore Ini

    Nasional
    Prabowo-Megawati Belum Bertemu karena Pertimbangkan Pendukungnya

    Prabowo-Megawati Belum Bertemu karena Pertimbangkan Pendukungnya

    Nasional
    Sebut Megawati Belum Terima Hasil Pilpres, Pengamat: Prabowo dan Jokowi Belum Diterima Langsung

    Sebut Megawati Belum Terima Hasil Pilpres, Pengamat: Prabowo dan Jokowi Belum Diterima Langsung

    Nasional
    TNI-Polri Buru Anggota OPM Pembunuh Danramil Aradide

    TNI-Polri Buru Anggota OPM Pembunuh Danramil Aradide

    Nasional
    Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Km 370 A Tol Batang-Semarang

    Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Km 370 A Tol Batang-Semarang

    Nasional
    Danramil Aradide Papua Ditembak OPM, TNI Sebut Situasi di Paniai Kondusif

    Danramil Aradide Papua Ditembak OPM, TNI Sebut Situasi di Paniai Kondusif

    Nasional
    Tak Perlu Ribut, Suasana Batin Prabowo-Megawati-Jokowi Sudah Satu

    Tak Perlu Ribut, Suasana Batin Prabowo-Megawati-Jokowi Sudah Satu

    Nasional
    Rosan Sambangi Teuku Umar 2 Kali, Pengamat: Tidak Otomatis Artikan Megawati Terima Hasil Pilpres 2024

    Rosan Sambangi Teuku Umar 2 Kali, Pengamat: Tidak Otomatis Artikan Megawati Terima Hasil Pilpres 2024

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com