Kompas.com - 30/10/2012, 12:29 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tak mempersoalkan segala tudingan yang dilayangkan DPR terhadap dirinya. Hubungan DPR dan Dahlan memang tengah "memanas" setelah mantan Direktur Utama PLN ini mengirimkan pesan singkat kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menyatakan ada sejumlah oknum anggota Dewan yang meminta "jatah" pada BUMN. DPR pun meradang. Bahkan, Dahlan dinilai sengaja melempar "bola panas" untuk meraih simpati publik. Ia dituding tengah melakukan pencitraan dan punya agenda politik pada 2014.

"Saya tidak mengungkapkan itu. Coba telusuri lagi, awalnya siapa yang membuka. Saya buat laporan ke Presiden, Beliau bilang BUMN-BUMN jangan kongkalikong dengan DPR. Saya bilang ke beliau bahwa praktik-praktik itu masih terjadi. Saya buat laporan diserahkan ke Pak Dipo. Bahwa kemudian teman-teman media tahu, ya, saya tidak mengerti," ujar Dahlan, Senin (29/10/2012) petang, di studio KompasTV, Jakarta. 

Dahlan menyatakan, tak akan mempersoalkan jika disebut hanya melakukan pencitraan. Meskipun didesak banyak pihak, Dahlan menegaskan, dirinya tidak merasa terpojok.

"Enggak. Enggak sama sekali, buat apa merasa terpojok," katanya lagi.

Ia berharap, surat edaran yang dibuatnya dan diedarkan ke seluruh BUMN bisa menjadi senjata para direksi BUMN untuk menolak ajakan kongkalikong oknum anggota DPR. Surat edaran itu merujuk instruksi Presiden dan surat edaran Sekretaris Kabinet Dipo Alam tentang mencegah praktik kongkalikong BUMN dengan DPR.

"Harapan saya sederhana supaya teman-teman BUMN menggunakan surat itu untuk menolak intervensi dan kongkalikong. Itu saja. Supaya teman-teman punya senjata," katanya. 

Dahlan juga mengungkapkan, ada sejumlah modus oknum anggota DPR dalam meminta "jatah" pada BUMN. Modus-modus itu, di antaranya, meminta jatah uang, meminta proyek, meminta fasilitas, hingga menitipkan sanak saudaranya masuk menjadi pegawai BUMN.

Pencitraan

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo pun menilai Dahlan hanya melakukan pencitraan. "Mungkin juga dia melakukan pencitraan karena dia sudah punya agenda politik," ujar Tjahjo, Kamis (25/10/2012), di Kompleks Parlemen, Senayan.

Dahlan sebenarnya sudah dua kali dipanggil Komisi VII DPR bidang energi terkait dengan surat edarannya itu dan juga soal temuan BPK atas inefisiensi PLN yang diduga merugikan negara sampai Rp 36,7 triliun. Namun, Dahlan tidak memenuhi undangan itu dengan berbagai alasan. Melihat keengganan Dahlan bertemu dengan anggota Dewan, Tjahjo melihat hal tersebut sebagai salah satu upaya pencitraan. Hal itu tidak terlepas dari pengusungan nama Dahlan Iskan sebagai salah satu tokoh yang berpeluang sebagai calon presiden tahun 2014.

"Saya kira wajar kalau pembantu Presiden lakukan pencitraan karena dia tidak mau kalah dengan presidennya. PDI-P tidak akan terganggu, silakan mereka bermanuver," kata Tjahjo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jadi Tersangka Suap, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin Ditahan

    Jadi Tersangka Suap, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin Ditahan

    Nasional
    Ribut Kritik Kajati Berbahasa Sunda, Siapa Arteria Dahlan?

    Ribut Kritik Kajati Berbahasa Sunda, Siapa Arteria Dahlan?

    Nasional
    Klaim Bakal Kawal RUU TPKS hingga Disahkan, Menteri PPPA: Itu Komitmen Kami

    Klaim Bakal Kawal RUU TPKS hingga Disahkan, Menteri PPPA: Itu Komitmen Kami

    Nasional
    Deretan Kontroversi Arteria Dahlan: Minta Kajati Berbahasa Sunda Dicopot hingga Dipanggil 'Yang Terhormat'

    Deretan Kontroversi Arteria Dahlan: Minta Kajati Berbahasa Sunda Dicopot hingga Dipanggil "Yang Terhormat"

    Nasional
    Menlu Retno ke Pejabat Internasional: 2022 Tahun Pemulihan dari Covid-19

    Menlu Retno ke Pejabat Internasional: 2022 Tahun Pemulihan dari Covid-19

    Nasional
    Menlu Retno Dorong Investasi Global untuk Pemerataan Akses Vaksinasi

    Menlu Retno Dorong Investasi Global untuk Pemerataan Akses Vaksinasi

    Nasional
    Bupati Langkat yang Kena OTT Kader Golkar, KPK: Apesnya Saja

    Bupati Langkat yang Kena OTT Kader Golkar, KPK: Apesnya Saja

    Nasional
    Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT, KPK Klarifikasi Soal Indikasi Informasi Bocor

    Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT, KPK Klarifikasi Soal Indikasi Informasi Bocor

    Nasional
    Jadi Tersangka, Bupati Langkat Terlibat Kasus Suap Proyek Lelang di 2 Dinas

    Jadi Tersangka, Bupati Langkat Terlibat Kasus Suap Proyek Lelang di 2 Dinas

    Nasional
    Kronologi OTT Bupati Langkat, Sempat Kabur sebelum Menyerahkan Diri

    Kronologi OTT Bupati Langkat, Sempat Kabur sebelum Menyerahkan Diri

    Nasional
    KPK Tetapkan 5 Tersangka Lain dalam Kasus Korupsi di Langkat, Termasuk Saudara Bupati

    KPK Tetapkan 5 Tersangka Lain dalam Kasus Korupsi di Langkat, Termasuk Saudara Bupati

    Nasional
    KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka, Barang Bukti Rp 786 Juta

    KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka, Barang Bukti Rp 786 Juta

    Nasional
    Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Tiba di Gedung Merah Putih

    Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Tiba di Gedung Merah Putih

    Nasional
    Kejagung Kembali Periksa 2 Saksi dari PT DNK dalam Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

    Kejagung Kembali Periksa 2 Saksi dari PT DNK dalam Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

    Nasional
    Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Kapolri Minta Masyarakat Tetap Waspada

    Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Kapolri Minta Masyarakat Tetap Waspada

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.