"Startup, Indonesia!", Inspirasi Memulai Bisnis Digital

Kompas.com - 22/10/2012, 11:33 WIB

KOMPAS.com - Kisah sukses para pendiri bisnis digital di luar negeri telah menginspirasi banyak technopreneur Indonesia.

Bukan hanya berperan sebagai “pengekor”, mereka yang berani mengembangkan bisnis berbasis digital di dalam negeri telah terbukti meraih kesuksesan. Mereka telah menjadi trendsetter secara finansial, branding, dan keaslian produk.

Menjadi trendsetter, berarti berada satu atau beberapa langkah di depan orang lain. Hal tersebut dibuktikan oleh beberapa startup seperti Kaskus dan Koprol.

Siapa yang tidak tergiur dengan kesuksesan Kaskus? Siapa juga yang menyangka Koprol akan diakuisisi oleh perusahaan sebesar Yahoo?

Hal-hal spektakuler semacam ini telah berhasil menjadi katalis dan menumbuhkan minat para pecinta teknologi untuk berhenti sekedar menjadi pengguna dan menjadi seorang technopreneur.

Apa itu technopreneurship? Mengapa technopreneurship begitu menggiurkan?  Lalu, siapa yang disebut dengan technopreneur? Dan apa itu startup? Apa hubungannya dengan technopreneurship?

Pertanyaan-pertanyaan ini langsung terlontar ketika pertama kali saya mulai membaca buku “Startup, Indonesia!”. Tanpa memiliki latar belakang pengetahuan yang lengkap dan menyeluruh mengenai technopreneurship, saya terus membaca halaman demi halaman buku ini.

Saya beruntung, Restituta Ajeng Arjanti dan Reney Lendy Mosal yang mengarang buku ini tidak hanya menulis bagi pada penggiat bisnis digital. Dengan bahasa yang sederhana dan jelas, Ajeng dan Reney berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu pembaca seputar dunia bisnis digital.

Bisnis digital tak ubahnya dengan bisnis lain. Selama bertahun-tahun, dunia bisnis telah menawarkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi banyak orang. Namun, bisnis digital yang masih tergolong baru ini memiliki sedikit perbedaan karakter dengan jenis bisnis lainnya. Salah satu perbedaan besarnya, bisnis ini sangat bergantung pada internet.

Semua berawal dari tahun 1960. Ketika itu, usaha membangun jaringan komunikasi untuk menghubungkan berbagai pusat militer Amerika Serikat dimulai. Singkat cerita, jaringan komunikasi tersebut menjadi cikal-bakal internet yang kita kenal saat ini.

Dunia yang kita kenal saat ini sudah “terlanjur” akrab dengan internet dan perkembangan teknologi yang mengikutinya. Bahkan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin “liar”, segelintir orang mulai mencoba mencari peruntungan. Nama-nama seperti Steve Jobs, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg dengan berani menyelami dunia yang belum mereka kenali dan mulai membuat startup.  

Dalam buku ini, pembaca akan melihat proses perjuangan nama-nama besar ini memulai pembuatan perusahaan kecil, hingga akhirnya menjadi raksasa bisnis digital.

Ajeng dan Reney menyediakan latar belakang dan “sejarah” singkat di awal buku, kemudian ada kisah-kisah sukses para pendiri startup, dan ditutup dengan kiat bagi para technopreneur yang ingin memulai atau mengembangkan bisnisnya.

Selain itu, informasi yang disajikan di awal buku ini dapat dengan mudah ditemukan di internet. Namun, tidak mudah menghimpun dan menyeleksi jutaan informasi yang tersedia di dunia maya. Apa yang dilakukan Ajeng dan Reney tentunya patut diapresiasi. Satu hal yang menarik, Ajeng dan Reney juga menyertakan obrolan dengan para pendiri startup dan para praktisi dalam dunia digital.

“Startup, Indonesia!” mampu menggugah pembacanya untuk mulai melihat peluang yang ditawarkan oleh dunia technopreneurship.

Buku ini bukan hanya diperuntukkan bagi para technopreneur. Anda yang belum pernah berpikir untuk terjun ke dalam dunia enterpreneurship, kemungkinan besar akan mulai tertarik dengan “dunia” ini.

Inilah sejilid inspirasi dan tawaran menggiurkan untuk menjadi seorang technopreneur. Sudah siapkah Anda menjawab tawaran ini?

 

Judul buku: Startup, Indonesia!
Peresensi: Tabita Diela
Penulis: Restituta Ajeng Arjanti dan Reney Lendy Mosal
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tahun: September 2012
Tebal: 305 halaman



EditorWicaksono Surya Hidayat
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X