Inklusi Keuangan Dorong Asuransi

Kompas.com - 18/10/2012, 05:04 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Program inklusi keuangan atau keluasan mengakses sektor keuangan bagi seluruh masyarakat seharusnya ikut mendorong tumbuhnya industri asuransi nasional. Respons industri asuransi terkait program inklusi keuangan secara timbal balik menentukan keberhasilan program itu.

”Inklusi keuangan harus terefleksikan dalam industri asuransi, di mana edukasi yang terus-menerus menuju pemahaman yang lebih baik akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi,” kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia Kornelius Simanjuntak pada konferensi pers persiapan peringatan Hari Asuransi atau Insurance Day 2012 di Jakarta, Rabu (17/10).

Hari Asuransi diperingati setiap tanggal 18 Oktober sejak tahun 2006. Tahun ini tema yang dipilih adalah Asuransi untuk Semua. Kornelius menegaskan, tema tersebut bisa diwujudkan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, yaitu industri asuransi, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat. Dalam upaya menuju hal itulah inklusi keuangan menemukan kesempatan sekaligus tantangannya.

Inklusi keuangan adalah kemampuan individu untuk mengakses produk dan jasa keuangan. Jasa keuangan yang dimaksud antara lain tabungan, kredit, dan asuransi. Program ini mulai diluncurkan pada 29 Desember 2010. Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap jasa keuangan.

Ketua Panitia Insurance Day 2012 Nelly Husnayati menyatakan, adalah tugas bersama antara para pelaku industri asuransi dan regulator untuk menumbuhkan industri itu berkelanjutan. Penetrasi asuransi masih sangat rendah. Kontribusi asuransi terhadap produk domestik bruto masih di bawah dua persen, sementara dilihat dari jumlah pemegang polis asuransi jiwa individu terhadap jumlah penduduk angka penetrasinya baru sebesar 4 persen.

Di tempat terpisah, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan AJB Bumiputera 1912 Ediani Nugrohowati menyatakan, peringatan hari asuransi dimaknai dengan gerakan nyata menyadarkan masyarakat untuk berasuransi.

Agen Bumiputera yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Agent of The Year, Nadia Alkaff, mengaku merasakan manfaat tersebut baik secara internal maupun eksternal. Awalnya Nadia diajak dan dibimbing supervisornya, Fauzi Anwar (bukan Fauzi Arfan seperti dikutip Kompas 11 Oktober 2011), menjadi agen di perusahaan itu.

”Saya percaya pahala juga kita peroleh melalui profesi ini karena mengajak orang menuju kebaikan. Komisi adalah bonus dari ajakan kita menuju kebaikan itu,” kata Nadia. (BEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.