Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu?

Kompas.com - 17/10/2012, 14:31 WIB
EditorFarid Assifa

TANYA:

Assalamualaikum wrwb Ustadz, saya mau tanya, kalau kita belum aqiqah, sebaiknya kita mendahulukan aqiqah atau qurban dahulu? Terima kasih.

Ahmad, Bandung

JAWAB:

Sobat Ahmad yang dirahmati Allah SWT, aqiqah adalah sembelihan hewan kurban untuk anak yang baru lahir dan disyariatkan pada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan berekah pada anak yang lahir tersebut. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah. Imam Ahmad berkata: “Aqiqah merupakan sunnah dari Rasulullah SAW. Beliau telah melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain, para sahabat beliau juga melakukannya”. Waktu pelaksanaannya, disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda: "Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh". [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].

Rasulullah SAW juga bersabda: "Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu" [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132]. Ataupun kalau dia tidak mampu pada hari-hari tersebut, maka dapat dapat dilakukan kapanpun ia memiliki kelapangan rezeki, sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir, namun para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukannya adalah selain ayahnya :

1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.

2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak diperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar, karena menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.

3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748).

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Nasional
    Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

    Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

    Nasional
    Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

    Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

    Nasional
    Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

    Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

    Nasional
    Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

    Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

    Nasional
    Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

    Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

    Nasional
    Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

    Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

    Nasional
    Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

    Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

    Nasional
    Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

    Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

    Nasional
    Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

    Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

    Nasional
    Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

    Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

    Nasional
    Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

    Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

    Nasional
    Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

    Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

    Nasional
    Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

    Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

    Nasional
    Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

    Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X