Kompas.com - 17/10/2012, 11:37 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung (MA) Djoko Sarwoko mengatakan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, PW, resmi dibebastugaskan pada Rabu (17/10/2012) ini. Hakim PW adalah hakim yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Selasa (16/10/2012), di sebuah klub, kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Kedudukan PW sebagai hakim senior digantikan oleh hakim lainnya yang ditunjuk PN Bandung. 

"Keterangan dari PN Bandung sudah mulai menarik penetapan sejak hari ini untuk menggantikan PW," kata Djoko, saat dihubungi, Jakarta, Rabu.

Djoko mengungkapkan, penetapan PW sebagai tersangka berakibat pada pemberhentian sementara yang bersangkutan sebagai hakim. Jika sudah berstatus sebagai terpidana, PW akan diberhentikan secara tidak hormat oleh MA.

"Pemecatannya diusulkan dulu ke Presiden, tapi tunggu prosesnya dulu. Pokoknya (hakim) melanggar aturan harus diberikan sanksi tegas," kata Djoko

PW sendiri, lanjut Djoko, belum lama bertugas di PN Bekasi. Sebelumnya ia bertugas di PN Papua, DI Yogyakarta, dan Sabang. Atas tindakannya, PW akan diberikan sanksi sesuai kode etik hakim.

Kronologi penangkapan

Seperti diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap hakim Pengadilan Negeri Bekasi, PW, di ruang karaoke di Illigals Hotel and Club di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa (16/10/2012) petang.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Benny Jozua Mamoto menjelaskan, penangkapan itu bermula dari penyelidikan dan pengembangan informasi. Hakim PW memang merupakan target operasi BNN.

"Kami menangkap yang bersangkutan berdasarkan penyelidikan selama ini," kata Benny, Selasa (16/10/2012) malam.

Awalnya, kata Benny, pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan Puji bersama rekannya mengonsumsi narkotika di tempat karaoke. Selanjutnya, BNN menerjunkan belasan petugas untuk melakukan penangkapan. Di tempat olah vokal itu, petugas mendapati PW tengah asyik bernyanyi bersama rekannya S, seorang pria asal Jayapura, dan ditemani empat wanita penghibur.

Keempat perempuan asal Jakarta, Bogor, Bandung, dan Purwodadi tersebut, yakni Le (29), An (26), Ni (22), dan In (20), juga diamankan petugas BNN. Dari tempat karaoke itu, petugas mendapati sejumlah narkotika jenis sabu dan ineks.

PW, S, beserta keempat perempuan pun langsung digelandang ke kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, untuk diperiksa. Petugas BNN juga melakukan tes urine terhadap ketujuh orang tersebut.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik "Pesta Narkoba, Hakim Ditangkap"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

    Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

    Nasional
    PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

    PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

    Nasional
    Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

    Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

    UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

    UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

    Nasional
    Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

    Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

    UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

    UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Ada 3.718 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 21 Mei: Ada 3.718 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Korban Dugaan Investasi Bodong Lapor ke Polri, Kerugian Mencapai Rp 230 Miliar

    Korban Dugaan Investasi Bodong Lapor ke Polri, Kerugian Mencapai Rp 230 Miliar

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Bertambah 3 Orang

    UPDATE 21 Mei: Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Bertambah 3 Orang

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Tambah 263, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.052.363

    UPDATE 21 Mei: Tambah 263, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.052.363

    Nasional
    Soal Kotak Suara Kardus, Wakil Ketua DPR: Februari Masih Musim Hujan, Kaji Dulu

    Soal Kotak Suara Kardus, Wakil Ketua DPR: Februari Masih Musim Hujan, Kaji Dulu

    Nasional
    Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tercatat 21 Orang hingga Sabtu

    Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tercatat 21 Orang hingga Sabtu

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.