Hukum Qurban untuk Almarhum

Kompas.com - 16/10/2012, 15:57 WIB
EditorFarid Assifa

Kandungan dari hadits itu adalah menunaikan hak-hak yang wajib terhadap orang yang sudah meninggal dan jumhur ulama berpendapat bahwa siapa yang meninggal dan masih memiliki tanggungan nazar harta maka wajib ditunaikan dari pokok harta yang dimilikinya jika ia tidak berwasiat kecuali jika nazar itu terjadi di saat sakit menjelang kematiannya maka dari sepertiga hartanya. Sementara para ulama madzhab Maliki dan Hanafi mensyaratkan orang itu berwasiat (Nailul Author juz XIII hal 287 – 288, Maktabah Syamilah).

Penyembelihan hewan qurban bisa menjadi wajib dikarenakan nazar, sebagaimana hadits Rasulullah saw, ”Barangsiapa yang telah bernazar untuk menaati Allah maka hendaklah ia menaati Allah” (HR. Bukhori Muslim). Dan juga firman Allah, ”Dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka” (QS. Al Hajj: 29). Bahkan apabila orang yang melakukan nazar itu meninggal dunia, maka pelaksanaan nazar yang telah diucapkan sebelum meninggal dunia boleh diwakilkan kepada orang lain.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa daging sembelihan yang disebabkan melaksanakan nazar tidak boleh dimakan oleh orang yang berkurban sama sekali, sebagaimana pendapat para ulama madzhab Hanafi dan Syafi’i yang berbeda dengan pendapat para ulama madzhab Hambali bahwa disunnahkan memakan sembelihan darinya, yaitu sepertiga dimakan, sepertiga dibagikan kepada karib kerabat dan sepertiga disedekahkan (Fatawa al Azhar juz IX hal 313, Maktabah Syamilah)

3. Menyembelih qurban bagi orang yang sudah meninggal, bukan sebagai wasiat dan juga tidak ikut kepada yang hidup, yang ditujukan sebagai shadaqah terpisah dari yang hidup.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat: Pertama, sebagian ulama menganggap ini sebagai satu hal yang baik dan pahalanya bisa sampai kepada mayit, sebagaimana sedekah atas nama mayit (Fatwa Majlis Ulama Saudi no. 1474 & 1765). Para ulama Hanafi dan Hambali berpendapat, diperbolehkan berqurban untuk orang yang sudah meninggal, seakan-akan orang itu berqurban untuk orang yang masih hidup seperti halnya bershodaqoh dan memakannya sedangkan pahalanya bagi si mayat (Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, juz IV hal.2743 - 2744).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata : “Diperbolehkan menyembelih qurban bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana diperolehkan haji dan shadaqah untuk orang yang sudah meninggal. Menyembelihnya di rumah dan tidak disembelih qurban dan yang lainnya di kuburan” [Majmu Al-Fatawa (26/306)].

Kedua, sebagian ulama menyatakan tidak diperbolehkan. Tidak ada riwayat bahasanya beliau berqurban atas nama Khadijah, Hamzah, atau kerabat beliau lainnya yang mendahului beliau saw . Para ulama Syafi’i berpendapat bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang berqurban untuk orang lain tanpa seizinnya, tidak juga untuk orang yang sudah meninggal apabila ia tidak mewasiatkannya berdasarkan firman Allah swt: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” (QS. An Najm : 39) .

Dan jika orang yang sudah meninggal itu mewasiatkannya maka diperbolehkan, hal itu karena wasiatnya. Kemudian seluruh (sembelihannya itu) wajib disedekahkan untuk orang-orang miskin. Para ulama Maliki berpendapat makruh bagi seseorang berqurban untuk orang yang sudah meninggal dunia jika orang itu tidak menyebutkan (meniatkannya) sebelum kematiannya, dan jika ia meniatkannya namun bukan nadzar maka disunnahkan bagi para ahli warisnya untuk melaksanakannya (Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, juz IV hal.2743 - 2744).

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu a'lam bi ash-shawab

 

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

    Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

    Nasional
    Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

    Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

    Nasional
    Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

    Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

    Nasional
    FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

    FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

    Nasional
    Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

    Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

    Nasional
    Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

    Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

    Nasional
    Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

    Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

    Nasional
    FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

    FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

    UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

    Nasional
    Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

    Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

    Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

    Nasional
    Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

    Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

    UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

    UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X