Menitipkan Qurban ke Daerah Minus

Kompas.com - 15/10/2012, 16:16 WIB
EditorFarid Assifa

TANYA:

Assalamu’alaikum ustadz. Apakah benar menyembelih hewan qurban itu harus disaksikan secara langsung dan tidak boleh mengirimkan sejumlah uang untuk menyembelihnya di daerah lain? Dan apa hukum mencicipi/memakan hewan qurban bagi si pekurban? Jazakallah.

Arif, Jakarta

JAWAB:

Sobat Zakat Arif yang dirahmati Allah SWT, Rasulullah SAW telah menganjurkan bagi orang-orang yang berqurban untuk menyembelih hewan qurbannya sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa riwayat bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sendiri penyembelihan seekor domba dan beliau bersabda: “Bismillahi Wallahu Akbar, ya Allah ini adalah dariku dan dari umatku yang belum melaksanakannya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Akan tetapi jika orang tersebut tidak bisa menyembelih maka hendaklah dia menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban tersebut, karena Nabi SAW pernah bersabda kepada Fatimah ra: “Wahai Fatimah, bangkitlah dan saksikanlah penyembelihan hewan qurbanmu! Sesungguhnya sejak tetes darah pertama kurbanmu, Allah SWT telah mengampuni dosa yang kamu perbuat. Katakanlah, inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin, laa syarika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin (Sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan demikianlah aku diperintah dan aku adalah orang yang pertama dari orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Nya).

Salah seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah qurban ini khusus untukmu dan keluargamu atau bagi segenap kaum muslimin?" Rasulullah menjawab, "Tidak, ia untuk segenap kaum muslimin." (HR. Al-Hakim).

Namun, jika ia tidak bisa menyaksikan penyembelihannya secara langsung dikarenakan sebab-sebab tertentu, misalnya karena memang pelaksanaannya di luar daerah, maka hal tersebut tidak apa-apa asalkan telah ada kesepakatan dan pemberian izin kepada mereka yang akan melaksanakannya. Sebab, hukum menyaksikannya adalah sunnah sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Juz IV/274).

Pada dasarnya hewan qurban dipotong dan didistribusikan kepada kaum fakir miskin yang ada di desa atau daerah tempat tinggal orang yang berqurban. Akan tetapi jika di desa atau daerah lain Iebih membutuhkan, maka hewan qurban boleh ditransfer (dipindahkan) dan didistribusikan kepada fakir miskin di desa atau daerah lain. Baik dalam bentuk daging, hewan yang masih hidup atau dalam bentuk uang yang dipergunakan untuk membeli hewan qurban tersebut.

Pendapat ini telah disepakati oleh jumhur (mayoritas) ulama (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Juz III/633 oleh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili). Adapun mencicipi/memakan sebagian daging qurban bagi orang-orang yang berqurban, maka jumhur ulama berpendapat bahwa hal itu sunnah (Lihat Fiqhus Sunnah 3:277); Al-Fiqh al-Islami wa-Adillatuhu VI/282). Mereka berhujah dengan beberapa dalil sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawaan

    Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawaan

    BrandzView
    Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

    Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

    Nasional
    HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

    HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

    Nasional
    Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

    Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

    Nasional
    HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

    HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

    UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

    Nasional
    Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

    Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

    UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

    Nasional
    Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

    Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

    Nasional
    Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

    Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

    Nasional
    KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

    KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X