BP Migas akan Menyetujui Rencana Pengembangan Gas Tangguh

Kompas.com - 12/10/2012, 16:31 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com -  Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan kesiapannya untuk menyetujui Plan of Further Development (POFD) atau rencana pengembangan lanjutan untuk lapangan gas Tangguh di Papua. Pembahasan teknis dan administratif rencana itu telah dilakukan dan sudah dipastikan sesuai ketentuan berlaku.  

"Namun demikian BP Berau Ltd sebagai operator di blok tersebut masih perlu memberikan klarifikasi untuk beberapa hal, antara lain tentang pembebanan biaya," ujar Deputi Perencanaan BP Migas Widhyawan Prawiraatmadja, Jumat (12/10/2012), di Jakarta.

BP Berau Ltd perlu memberi klarifikasi terkait usaha-usaha untuk mempertahankan penerimaan negara dari Tangguh Train 1 dan Train 2 yang saat ini sudah berproduksi. "Kami ingin penerimaan negara dari kilang LNG Tangguh Train 1 dan Train 2 tidak berkurang karena adanya pengembangan kilang LNG Tangguh Train 3," ujarnya.

Menurut Widhyawan, BP Migas berharap akan ada kesepahaman bersama diantara para pihak sehingga seluruh proses persetujuan POFD lapangan gas Tangguh dapat segera dituntaskan, "Kami akan menyetujui POFD lapangan gas Tangguh segera setelah klarifikasi terkait beberapa hal tersebut diserahkan," kata dia menegaskan.

BP Migas bersama dengan pemerintah telah melaksanakan negosiasi pengalihan penjualan LNG Tangguh yang seharusnya ke Sempra, Amerika Serikat ke pembeli lain dengan harga jual LNG yang lebih tinggi. Hal tersebut mendorong peningkatan penerimaan negara. Berdasarkan kontrak, volume penjualan LNG dari kilang LNG Tangguh ke Sempra 3,7 juta metrik ton per tahun dan 50 persen di antaranya dapat dialihkan ke pembeli lain jika harga lebih baik. Namun berkat hasil negoisasi Pemerintah, kontrak tersebut dapat dialihkan hingga 90 persen dengan harga yang jauh lebih baik.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

    Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

    Nasional
    Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

    Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

    Nasional
    Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

    Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

    Nasional
    Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

    Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

    Nasional
    Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

    Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

    Nasional
    Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

    Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

    Nasional
    Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

    Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

    Nasional
    7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

    7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

    Nasional
    Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

    Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

    Nasional
    Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

    Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

    Nasional
    Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

    Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

    Nasional
    Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

    Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

    Nasional
    RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

    RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

    Nasional
    Pemerintah Diminta Tanggung Pemulangan TKI dan ABK di Malaysia

    Pemerintah Diminta Tanggung Pemulangan TKI dan ABK di Malaysia

    Nasional
    Tempat Tidur dan ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Ditambah

    Tempat Tidur dan ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Ditambah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X