Kabareskrim: Tidak Ada Kriminalisasi Anggota KPK!

Kompas.com - 06/10/2012, 13:50 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu dan Polda Metro Jaya mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2012) malam. Kedatangan mendadak tersebut diakui Polri untuk berkoordinasi dengan KPK terkait upaya penangkapan Kompol Novel Baswedan yang saat ini sebagai penyidik di KPK. Berbagai pihak menyebut adanya kriminalisasi atas kedatangan tersebut.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman tak terima pihaknya dianggap melakukan kriminalisasi terhadap penyidik KPK. Hal tersebut, ucap dia, murni dilakukan sebagai langkah penegakkan hukum terhadap Novel yang disebut terjerat kasus penganiayaan berat menyebabkan kematian pada 2004.

"Kalau kita melakukan proses penegakkan hukum jangan dibawa seolah-olah ini melakukan kriminalisasi," ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2012).

Masyarakat diminta untuk tidak keliru atas istilah kriminalisasi yang disebut berbagai pihak tersebut. Menurutnya, kasus yang menjerat Novel sedang disidik dalam sebuah perbuatan kriminalitas. "Masyarakat kadang dibawa pada pemahaman keliru. Membuat suatu perbuatan kriminal itu adalah kriminal," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat terjadi ketegangan antara KPK dan Polri, Jumat malam. Ketegangan itu berawal dari datangnya penyidik Polda Bengkulu yang berencana menangkap salah satu penyidik KPK, Kompol Novel. Penyidik Polda Bengkulu datang membawa surat perintah penangkapan untuk Novel.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, Komisaris Besar Dedy Irianto mengatakan Novel terlibat kasus penganiayaan berat yang menyebabkan kematian atas pencuri sarang burung walet di bengkulu tahun 2004. Novel diduga kuat yang melakukan penembakan langsung enam pencuri sarang burung walet di Pantai Panjang, Bengkulu.

Saat itu Novel masih berpangkat Iptu yang menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polda Bengkulu. Menurut Dedy, kedatangannya saat itu untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan KPK untuk menangkap Novel. Namun, ia mengaku tidak bertemu dengan pimpinan KPK dan Novel hingga kini belum ditangkap oleh penyidik Polda Bengkulu.

Kedatangan mendadak tersebut memang menuai sejumlah pertanyaan. Peristiwa itu pun sempat dikaitkan oleh kasus dugaan simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri tahun 2011. Novel diketahui menjadi kepala satuan tugas penanganan kasus korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) itu.

Tak hanya itu, kedatangan petugas Polda Bengkulu juga bersamaan dengan jadwal pemeriksaan terdangka kasus simulator, Inspektur Jenderal Djoko Susilo di KPK Jumat pagi hingga sore. Namun keterkaitan hal itu dibantah oleh Polri.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X