Aziz: Penolakan Revisi UU KPK Terkait Pemilu 2014 - Kompas.com

Aziz: Penolakan Revisi UU KPK Terkait Pemilu 2014

Kompas.com - 02/10/2012, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aziz Syamsuddin mengatakan, rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi sudah disepakati dalam rapat pleno di Komisi III. Kesepakatan sama diambil menyangkut revisi UU institusi penegak hukum lain, yakni Kejaksaan, Kepolisian, dan Mahkamah Agung.

Adapun terkait sikap para politisi Komisi III yang berbalik badan dengan tidak mendukung revisi UU KPK, Aziz menilai wajar. "Biasa mau dekati pemilu (2014), silakan berkreasi," kata Aziz saat rapat dengan pemerintah membahas revisi UU Kejaksaan di Komisi III di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa ( 2/10/2012 ).

Aziz mengatakan, jika memang ada fraksi yang berubah sikap, sebaiknya disampaikan secara resmi dalam rapat pleno. Aziz juga menyebut apa yang dilakukan selama ini dalam pembahasan UU KPK atas dasar keputusan pleno, bukan pribadi.

Apakah seluruh draf revisi UU KPK yang masuk ke Badan Legislasi disetujui seluruh fraksi di Komisi III?

"Kalau tidak ada kesepatan di rapat pleno, mana bisa masuk tuh barang," jawab Aziz.

Namun, ketika ditanya apa alasan yang berkembang terkait usulan penghilangan kewenangan penuntutan di KPK, Aziz mengaku lupa. Yang jelas, kata dia, draf revisi itu masih kasar. Pembahasan juga masih jauh dan bisa berubah nantinya.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso juga menilai wajar jika ada fraksi yang berbalik badan menyikapi revisi UU KPK. "Lumrah-lumrah saja, namanya politik," kata Priyo.

Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika mengatakan, pihaknya akan meminta Sekretariat Komisi III untuk mengumpulkan seluruh dokumen pembahasan revisi UU KPK. Dengan demikian, akan diketahui bagaimana sebenarnya alur pembahasan revisi UU KPK.

"Saya kan baru di Komisi III. Nanti akan kelihatan siapa yang mendukung tapi sekarang menolak revisi," kata Pasek.

Seperti diberitakan, revisi UU KPK dikritik luas lantaran hendak melemahkan KPK. Hal itu terlihat dalam subtansi revisi UU KPK usulan Komisi III yang masuk ke Badan Legislasi DPR.

Komisi III hendak menghilangkan kewenangan penuntutan di Komisi III. Selain itu, diatur pula mekanisme penyadapan. Setelah dikritik, para politisi Komisi III mengaku menolak revisi dan mengaku tak tahu menahu perihal subtansi draf revisi UU KPK.

Berita terkait wacana revisi UU KPK dapat diikuti dalam topik "Revisi UU KPK"


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHindra
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

    Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

    Regional
    Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

    Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

    Internasional
    Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

    Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

    Megapolitan
    Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

    Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

    Nasional
    Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

    Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

    Nasional
    Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

    Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

    Regional
    Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

    Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

    Edukasi
    Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

    Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

    Regional
    Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

    Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

    Nasional
    5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

    5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

    Megapolitan
    Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

    Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

    Regional
    Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

    Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

    Megapolitan
    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

    Regional
    Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

    Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

    Nasional
    Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

    Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

    Regional

    Close Ads X