Kompas.com - 30/09/2012, 10:49 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelataran Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/9/2012) malam, begitu hening. Di atas panggung, lima tokoh lintas agama dan kepercayaan berdiri khusyuk. Ada KH Abdul Wahid (Islam), Romo Mudji Sutrisno (Katolik), Pendeta Palti Panjaitan (Protestan), Haksu Chandra R Mulyadi (Konghucu), dan Rahmi (Bahai).

Satu per satu mereka memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing. Ini membuka pertunjukan ”Ziarah Budaya”, salah satu rangkaian Peringatan 1.000 Hari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang wafat pada 30 Desember 2009. ”Ya Tuhan, berikanlah kami semangat Gus Dur. Berikanlah kami kekuatan meneruskan perjuangannya,” kata Mudji lirih.

Pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara itu memberikan kesaksian bagaimana Gus Dur mewariskan semangat kebangsaan kepada kita semua. Bagi almarhum, setiap orang—apa pun latar belakang agama, suku, kelompok, dan golongannya—harus dihormati harkat martabatnya. Keindonesiaan adalah kemajemukan yang dirajut dengan kesetaraan dan keadilan yang tak boleh diganggu, apalagi dengan kekerasan.

Doa serupa dipanjatkan secara berurutan oleh KH Abdul Wahid, Pendeta Palti Panjaitan, Haksu Chandra R Mulyadi, dan Rahmi. Mereka mengajak bangsa Indonesia terus menghidupkan perjuangan Gus Dur. Cita-cita untuk membangun kehidupan bangsa yang damai, adil, dan saling menghormati.

”Gus Dur mengakarkan kita untuk saling menyayangi. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik, orang tak pernah bertanya apa pun agamamu,” kata Rahmi.

Pentas itu diteruskan oleh sejumlah penampil, seperti Paduan Suara dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dari Bogor, orasi budayawan Mohamad Sobary, dan pembacaan puisi oleh penyair asal Madura, D Zawawi Imron. Ada pertunjukan musik Tribute to Gus Dur bersama putri Gus Dur, Inayah, penyanyi Glen Fredly, dan Kidung Sufi Candra Malik.

Perjuangan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Ziarah Budaya” menjadi rangkaian Peringatan 1.000 Hari Wafatnya Gus Dur di tengah publik. Sebelumnya, bertempat di Ciganjur, digelar berbagai acara yang dihadiri ribuan umat Islam dan masyarakat. Ada pergelaran wayang, peluncuran buku, khataman Al Quran, shalawatan, dan ceramah. Semua itu menggambarkan kekayaan dimensi kehidupan almarhum.

Lahir tahun 1940, Gus Dur adalah putra KH Wahid Hasyim, tokoh kemerdekaan sekaligus menteri agama pertama RI. Kakeknya, KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Seperti kesaksian tokoh lintas agama tadi, perjalanan hidup almarhum sarat perjuangan membangun bangsa Indonesia.

Ketika terpilih menjadi Ketua Umum PBNU pada 1984, Gus Dur memimpin organisasi besar Islam itu untuk menerima Pancasila sebagai asas tunggal dan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk final negara ini. Almarhum juga menjadi salah satu tokoh Reformasi 1998 bersama Amien Rais, Megawati Soekarnoputri, dan Hamengku Buwono IX.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seskab: Salah Satu Agenda Penting Negara adalah Mencetak Pemuda Tangguh

Seskab: Salah Satu Agenda Penting Negara adalah Mencetak Pemuda Tangguh

Nasional
Kasus Lahan Munjul, PT Adonara Didakwa Rugikan Negara Rp 152,5 Miliar

Kasus Lahan Munjul, PT Adonara Didakwa Rugikan Negara Rp 152,5 Miliar

Nasional
Komnas HAM Akan Panggil Ditjen PAS Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Komnas HAM Akan Panggil Ditjen PAS Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Nasional
Formappi Beri Nilai Merah untuk Kinerja DPR di Masa Sidang I 2021-2022

Formappi Beri Nilai Merah untuk Kinerja DPR di Masa Sidang I 2021-2022

Nasional
Dukcapil Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 7 Provinsi

Dukcapil Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 7 Provinsi

Nasional
Komnas HAM: Status Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dipulihkan

Komnas HAM: Status Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dipulihkan

Nasional
Surya Paloh Perintahkan Anggota DPRD Fraksi Nasdem Bergosip Urusan Dapil

Surya Paloh Perintahkan Anggota DPRD Fraksi Nasdem Bergosip Urusan Dapil

Nasional
Jokowi Sampaikan 3 Upaya Pulihkan Ekonomi pada KTT ke-13 RI-Malaysia-Thailand

Jokowi Sampaikan 3 Upaya Pulihkan Ekonomi pada KTT ke-13 RI-Malaysia-Thailand

Nasional
Surya Paloh Targetkan Partai Nasdem Masuk Tiga Besar pada Pemilu 2024

Surya Paloh Targetkan Partai Nasdem Masuk Tiga Besar pada Pemilu 2024

Nasional
Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Adukan 7 Temuan ke Komnas HAM

Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Adukan 7 Temuan ke Komnas HAM

Nasional
Wakil Ketua MPR Dorong Generasi Muda Berkontribusi Dalam Dunia Politik

Wakil Ketua MPR Dorong Generasi Muda Berkontribusi Dalam Dunia Politik

Nasional
Tes PCR Dikeluhkan Makan Waktu Lama, Satgas: Prosesnya Sangat Panjang

Tes PCR Dikeluhkan Makan Waktu Lama, Satgas: Prosesnya Sangat Panjang

Nasional
Presiden PKS: Anak Muda Harus Terlibat dan Berani Tampil Mewarnai Perpolitikan

Presiden PKS: Anak Muda Harus Terlibat dan Berani Tampil Mewarnai Perpolitikan

Nasional
PKS Buka Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif untuk Generasi Muda

PKS Buka Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif untuk Generasi Muda

Nasional
Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.