Kompas.com - 17/09/2012, 21:55 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian negara dalam proyek pengadaan alat simulasi roda dua dan empat untuk ujian surat izin mengemudi di Korps Lalu Lintas Polri.

"Jadi kita masih minus hasil audit BPK," kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman di Jakarta, Senin (17/9/2012), ketika ditanya berapa potensi kerugian negara dalam proyek simulator.

Sutarman mengatakan, berkas perkara para tersangka juga tengah diperiksa oleh jaksa peneliti. Jika berkas perkara dikembalikan, kata dia, pihaknya akan memasukkan hasil audit BPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri menetapkan lima tersangka dalam perkara simulator. Tiga di antaranya juga telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketiganya yakni Wakil Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Dua lainnya adalah pemenang tender yakni, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto dan saksi kunci dalam perkara itu, yakni Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukoco S Bambang.

Perbedaannya, KPK juga menjerat Irjen Djoko Susilo selaku Kepala Korlantas saat itu. Adapun Polri juga menjerat bendahara Korlantas Kompol berinisial LGM.

Sedianya, polemik itu akan dibahas dalam rapat kerja di Komisi III DPR hari ini. Namun, lantaran pimpinan KPK berhalangan, maka rapat diundur. Adapun jadwal pertemuan belum ditentukan lagi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jelang Lebaran, Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 2,27 Triliun

    Jelang Lebaran, Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 2,27 Triliun

    Nasional
    KSPI: Tolak TKA dari Mana Pun Masuk Indonesia saat Pandemi

    KSPI: Tolak TKA dari Mana Pun Masuk Indonesia saat Pandemi

    Nasional
    Jelang Sekolah Tatap Muka, Komisi X Nilai Simulasi Masih Minim

    Jelang Sekolah Tatap Muka, Komisi X Nilai Simulasi Masih Minim

    Nasional
    Pemerintah Diminta Ingatkan Perusahaan yang Tak Beri THR ke Karyawannya

    Pemerintah Diminta Ingatkan Perusahaan yang Tak Beri THR ke Karyawannya

    Nasional
    Polri Periksa 18 Orang Saksi yang Terkait OTT Bupati Nganjuk

    Polri Periksa 18 Orang Saksi yang Terkait OTT Bupati Nganjuk

    Nasional
    Bupati Nganjuk dan Enam Tersangka Lainnya Dibawa ke Jakarta Pakai Bus

    Bupati Nganjuk dan Enam Tersangka Lainnya Dibawa ke Jakarta Pakai Bus

    Nasional
    Satgas Covid-19 Minta Pemda Perketat Pengawasan Mobilitas Masyarakat Jelang Hari Raya Idul Fitri

    Satgas Covid-19 Minta Pemda Perketat Pengawasan Mobilitas Masyarakat Jelang Hari Raya Idul Fitri

    Nasional
    Polri: Bupati Nganjuk Patok Harga Jabatan Rp 2 Juta hingga Rp 50 Juta

    Polri: Bupati Nganjuk Patok Harga Jabatan Rp 2 Juta hingga Rp 50 Juta

    Nasional
    Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Percepat Penyaluran Bansos

    Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Percepat Penyaluran Bansos

    Nasional
    Kasus Jual Beli Jabatan, Polri: Para Camat Beri Uang ke Bupati Nganjuk lewat Ajudan

    Kasus Jual Beli Jabatan, Polri: Para Camat Beri Uang ke Bupati Nganjuk lewat Ajudan

    Nasional
    TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemi Covid-19, KSPI: Ironi, Pemerintah Harusnya Berpihak Buruh Nasional

    TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemi Covid-19, KSPI: Ironi, Pemerintah Harusnya Berpihak Buruh Nasional

    Nasional
    Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Pemkab Nganjuk, 4 Camat dan 1 Eks Camat Jadi Tersangka

    Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Pemkab Nganjuk, 4 Camat dan 1 Eks Camat Jadi Tersangka

    Nasional
    Profil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Jadi Tersangka Korupsi, Tak Diakui Kader oleh PDI-P dan PKB

    Profil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Jadi Tersangka Korupsi, Tak Diakui Kader oleh PDI-P dan PKB

    Nasional
    Jelang Lebaran, Satgas Covid-19 Minta Pemda Perbaiki Sistem Pengawasan

    Jelang Lebaran, Satgas Covid-19 Minta Pemda Perbaiki Sistem Pengawasan

    Nasional
    Polisi Tahan Bupati Nganjuk dan 6 Tersangka Lain di Bareskrim Polri

    Polisi Tahan Bupati Nganjuk dan 6 Tersangka Lain di Bareskrim Polri

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X