Kompas.com - 14/09/2012, 07:59 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak keberatan jika memeriksa Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo di Rumah Tahanan Mako Brimbob, Kelapa Dua, Depok, seperti yang ditawarkan pihak Kepolisian, terkait kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memeriksa seseorang di dalam tahanan. "Pemeriksaan di rutan, saya kira sudah beberapa kali dilakukan KPK terhadap saksi-saksi yang juga kebetulan jadi tersangka atau terpidana. Seperti misalnya Sukotjo S Bambang, itu dilakukan di tahanan di Bandung," kata Johan di Jakarta, Kamis (13/9/2012).

KPK sebelumnya sudah memeriksa direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S Bambang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Pemeriksaan Sukotjo yang juga menjadi tersangka simulator SIM itu dilakukan di tahanan lantaran yang bersangkutan berstatus terpidana.

Mengenai kepastian kapan KPK akan memeriksa Brigjen Didik sebagai saksi dalam kasus simulator SIM ini, Johan belum dapat memastikan hal tersebut.

Sebelumnya Kepala Kepolisian RI melalui Kepala Badan Reserse Kriminal, Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman menawarkan KPK untuk memeriksa Didik ditahanan Mako Brimob, Kelapa Dua. Didik yang juga ditetapkan Polri sebagai tersangka kasus simulator SIM itu ditahan di sana.

Menurut Johan, pimpinan KPK belum memberi keputusan atas tawaran pihak Kepolisian ini. "Belum ada kepastian dari pimpinan KPK tapi KPK memang berencana memeriksa DP (Didik Purnomo) sebagai saski," ucapnya.

Mengenai masalah tempat pemeriksaan, katanya, akan tetap dikoordinasikan dengan Kepolisian. Demikian juga mengenai masalah status Brigjen Didik yang menjadi tersangka di dua institusi itu. "Nanti akan dikoordinasikan," kata Johan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama menetapkan Didik sebagai tersangka kasus simulator SIM. Selain Didik, KPK dan Polri sama-sama menetapkan Sukotjo S Bambang dan Budi Susanto sebagai tersangka.

Sejauh ini KPK belum menggarap berkas tiga tersangka yang juga menjadi tersangka Polri itu. KPK baru melengkapi berkas pemeriksaan Irjen (Pol) Djoko Susilo yang ditetapkanya sebagai tersangka simulator SIM.

Selengkapnya mengenai perkembangan kasus ini dapat diikuti di "Dugaan Korupsi Korlantas Polri"

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

    Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

    Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

    Nasional
    Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

    Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

    Nasional
    Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

    Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

    Nasional
    KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

    KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

    Nasional
    Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

    Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

    Nasional
    Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

    Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

    Nasional
    Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

    Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

    Nasional
    Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

    Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

    Nasional
    Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

    Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

    Nasional
    Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

    Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

    Nasional
    Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Nasional
    PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

    PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

    Nasional
    Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

    Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

    Nasional
    Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

    Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.