WNI Tewas di Malaysia

Kompas.com - 13/09/2012, 02:08 WIB
Editor

Batam, Kompas - Polisi Malaysia dikabarkan menembak warga negara Indonesia di Malaysia hingga tewas. Keluarga korban mengatakan, korban adalah empat warga Batam, Kepulauan Riau, dan seorang berasal dari Madura, Jawa Timur. Namun, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, korban berjumlah empat orang.

Anggota keluarga korban, Sofyan Hamid (24), mengatakan, korban adalah kakaknya, Jony alias M Sin (35), Osnan (37), Hamid, Diden, dan Mahno. Kecuali Mahno, semua korban tinggal di kawasan Bengkong Pertiwi, Batam. Sementara Mahno berasal dari Madura yang sudah lama menetap di Ipoh, Perak, Malaysia.

”Kami dapat kabar dari istri Mahno Jumat (7/9) sore. Tetapi, waktu itu belum pasti apa benar ditembak,” ujar Sofyan, Rabu, di Batam.

Minggu sore, mereka mendapat kepastian Mahno bersama Jony, Osnan, dan Hamid tewas karena ditembak polisi. Adapun kabar penembakan Diden diterima Senin malam. Hingga Rabu, jenazah mereka masih berada di Hospital Raja Permaisuri Bainoon, Ipoh.

Juru Bicara Kemlu Michael Tene mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan dari kepolisian Malaysia mengenai penembakan terhadap empat WNI. Awalnya, mereka naik mobil lalu lalang di sebuah perumahan di Ipoh.

Saat polisi hendak memeriksa, mereka kabur. Sempat terjadi baku tembak sebelum keempatnya tewas. Polisi menemukan barang-barang korban perampokan yang terjadi sebelumnya di perumahan tersebut. ”Polisi mencurigai mereka hendak merampok lagi,” kata Tene.

Saat ini, pihak Kemlu RI tengah mengidentifikasi tiga dari empat jenazah tersebut. Tidak ada satu pun tanda pengenal yang mereka bawa. Adapun salah satu jenazah telah diantar ke rumah keluarganya.

Istri Jony, Devi Trista (28), mengatakan, mereka juga sudah mendapat foto para korban. Bersama keluarga Osnan, Sofyan dan Devi berusaha mencari keterangan nasib keluarganya ke KBRI Kuala Lumpur. Namun, tidak satu pun nomor telepon KBRI Kuala Lumpur yang bisa dihubungi.

”Ada nada sambung, tetapi tidak pernah diangkat. Sekali diangkat, tetapi langsung dimatikan,” ujar Fitra Susanti (27), istri Osnan. Devi dan Santi berharap pemerintah membantu pemulangan jenazah suami mereka.

Berdasarkan catatan Kompas, penembakan lima orang itu merupakan yang ketiga dalam tujuh bulan terakhir. (RAZ/MHF)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendri Bakari Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Mabes Polri: Sementara Cukup Ditangani Polda Kepri

Hendri Bakari Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Mabes Polri: Sementara Cukup Ditangani Polda Kepri

Nasional
Komnas HAM Bakal Sampaikan Kesimpulan Kajian RUU Cipta Kerja ke Presiden dan Pimpinan DPR

Komnas HAM Bakal Sampaikan Kesimpulan Kajian RUU Cipta Kerja ke Presiden dan Pimpinan DPR

Nasional
Satgas: Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Masih Cukup

Satgas: Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Masih Cukup

Nasional
Wamenhan: Dampak Positif Bisa Kita Raih jika Produksi 40 Juta Ton Singkong

Wamenhan: Dampak Positif Bisa Kita Raih jika Produksi 40 Juta Ton Singkong

Nasional
Wakil Ketua KPK: Pegawai Jadi ASN Tak Mengurangi Independensi

Wakil Ketua KPK: Pegawai Jadi ASN Tak Mengurangi Independensi

Nasional
Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Nasional
Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Nasional
KPK Apresiasi Polri dan Kejagung yang Tindak Anggotanya dalam Kasus Djoko Tjandra

KPK Apresiasi Polri dan Kejagung yang Tindak Anggotanya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
Anggota DPR Taufik Basari Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Badan Legislasi

Anggota DPR Taufik Basari Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Badan Legislasi

Nasional
Kemenkes Siap Tambah Daya Tampung RS Rujukan jika Kasus Covid-19 Melonjak

Kemenkes Siap Tambah Daya Tampung RS Rujukan jika Kasus Covid-19 Melonjak

Nasional
Berpotensi Langgar HAM, Komnas HAM Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Dilanjutkan

Berpotensi Langgar HAM, Komnas HAM Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Dilanjutkan

Nasional
Amien Rais Ingatkan Jokowi Akan Bahaya Politik Partisan

Amien Rais Ingatkan Jokowi Akan Bahaya Politik Partisan

Nasional
Kasus Pemotongan Uang SKPD, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Ditahan KPK

Kasus Pemotongan Uang SKPD, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Ditahan KPK

Nasional
Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Nasional
Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X