Pagi Ini, JK-Antasari Beri Keterangan kepada Timwas Century

Kompas.com - 12/09/2012, 06:52 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar dijadwalkan bakal memberi keterangan kepada Tim Pengawas Kasus Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat atau Timwas Century, Rabu (12/9/2012) pagi.

Pengacara Antasari, Maqdir Ismail, memastikan bahwa kliennya akan hadir dalam rapat di Gedung Kompleks Parlemen Senayan nanti. Izin untuk keluar dari Lembaga Permasyarakatan Tangerang sudah diterima.

"Beliau akan hadir. Belum ada perubahan rencana," kata Maqdir melalui pesan singkat.

Timwas Century memanggil Antasari setelah mengeluarkan pernyataan baru kepada salah satu media televisi mengenai Bank Century. Awalnya, pemberitaan itu menyebut Antasari mengaku bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memimpin rapat membahas dana talangan atau bailout Century pada Oktober 2008.

Pernyataan itu lalu diralat oleh Maqdir. Menurut dia, rapat tersebut tidak khusus membahas bailout Bank Century, tetapi soal upaya pemerintah dalam menghadapi krisis global. Pernyataan Antasari itu juga sudah dibantah Presiden.

Menurut Maqdir, setelah rapat di Istana itu, Antasari bertemu dengan Boediono di Gedung KPK. Ketika itu, Boediono menjabat Gubernur Bank Indonesia. Selain membicarakan kemungkinan kerja sama pencegahan korupsi antara KPK dan Bank Indonesia (BI), kata Maqdir, Boediono juga menjelaskan rencana BI memberikan bailout Bank Indovert, anak perusahaan BI di Belanda.

"Beliau (Antasari) agak kurang sepaham dan meminta rencana bailout dibatalkan karena kesulitan Bank Indover itu tidak baru, sejak tahun 1998 sudah tidak sehat," kata Maqdir.

Adapun JK pernah memberikan keterangan di Pansus Hak Angket Bank Century DPR. Ketika itu, JK menyebut pembengkakan dana penyelamatan Bank Century tidak dilaporkan kepadanya, yang saat itu bertindak sebagai ad interim Presiden yang tengah melawat ke luar negeri.

Pengucuran dana penyelamatan Bank Century dilakukan dalam beberapa tahap. Rapat pada tanggal 21 November 2008 memutuskan penyelamatan dilakukan dengan penggelontoran Rp 632 miliar. Akan tetapi, saat eksekusi pada 23 November 2008, dana yang dikucurkan membengkak hingga lebih dari Rp 2 triliun dan terus berlanjut mencapai Rp 6,7 triliun sampai pada Juli 2009.

Perkembangan berita terkait pemanggilan JK dan Antasari dalam topik "Timwas Century Panggil JK dan Antasari"

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Diminta Beri Jaminan Penghasilan Dasar di Tengah Pandemi Covid-19

    Pemerintah Diminta Beri Jaminan Penghasilan Dasar di Tengah Pandemi Covid-19

    Nasional
    Menkominfo: Penggunaan Internet Meningkat hingga 10 Persen, Paling Banyak dari Permukiman

    Menkominfo: Penggunaan Internet Meningkat hingga 10 Persen, Paling Banyak dari Permukiman

    Nasional
    6.486 WNI Pulang dari Malaysia Lewat Entikong, Semua Negatif Covid-19

    6.486 WNI Pulang dari Malaysia Lewat Entikong, Semua Negatif Covid-19

    Nasional
    Sri Mulyani Sebut ASN Golongan I, II dan III Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13

    Sri Mulyani Sebut ASN Golongan I, II dan III Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13

    Nasional
    Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Covid-19

    Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Covid-19

    Nasional
    Atasi Covid-19, Pemerintah Rekrut 17.190 Relawan Medis dan Non-Medis

    Atasi Covid-19, Pemerintah Rekrut 17.190 Relawan Medis dan Non-Medis

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 2.738 Kasus Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Terbanyak

    UPDATE: Sebaran 2.738 Kasus Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Terbanyak

    Nasional
    Penanganan Covid-19, Pemerintah Diminta Beri Jaminan Sosial Tunai untuk Masyarakat

    Penanganan Covid-19, Pemerintah Diminta Beri Jaminan Sosial Tunai untuk Masyarakat

    Nasional
    Pemerintah Sebut Banyak Manfaat yang Didapat dari PSBB di Jakarta

    Pemerintah Sebut Banyak Manfaat yang Didapat dari PSBB di Jakarta

    Nasional
    Dari 2.738 Kasus Covid-19 di Indonesia, 1.369 Ada di Jakarta

    Dari 2.738 Kasus Covid-19 di Indonesia, 1.369 Ada di Jakarta

    Nasional
    Ketua Relawan Gugus Tugas Covid-19: Jadilah Pahlawan, Kalahkan Covid-19!

    Ketua Relawan Gugus Tugas Covid-19: Jadilah Pahlawan, Kalahkan Covid-19!

    Nasional
    UPDATE: 247 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 8 Provinsi, DKI Catat 135

    UPDATE: 247 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 8 Provinsi, DKI Catat 135

    Nasional
    Pekan Depan, DPR dan Pemerintah Mulai Bahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja

    Pekan Depan, DPR dan Pemerintah Mulai Bahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja

    Nasional
    Ini Saluran yang Disediakan Pemerintah untuk Bertanya soal PSBB

    Ini Saluran yang Disediakan Pemerintah untuk Bertanya soal PSBB

    Nasional
    Tak Punya Wewenang Khusus Selama PSBB, Polri Fokus pada Maklumat Kapolri

    Tak Punya Wewenang Khusus Selama PSBB, Polri Fokus pada Maklumat Kapolri

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X