Kompas.com - 09/09/2012, 19:34 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Meledaknya bom di Beji, Kota Depok, Sabtu (8/9/2012) malam, diduga sebenarnya untuk Jakarta. Namun bom tersebut keburu meledak karena diduga salah rakit.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, bom yang meledak di Beji berhulu ledak tinggi. Ini bisa dilihat dari bahan pembuat bom yang ditemukan tim gegana di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu serbuk potassium klorat, sulfur, dan urea, yang digunakan di bom Bali I dan II, Kuningan I dan II, Kedutaan Besar Australia dan tempat lainnya. Dia berpendapat, tempat yang menjadi sumber ledakan Beji Sabtu (8/9/2012) bukanlah sasaran peledakan bom.

"Dilihat dari bom yang meledak di Beji dan tidak jauh dari Jakarta, maka terdapat kemungkinan bahwa bom yang dirakit dipersiapkan untuk mengguncang Jakarta," kata Mbai di Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Jakarta, Minggu (9/9/2012).

Ledakan di Beji, terangnya, adalah kesalahan perakitan bom yang pada akhirnya menimbulkan ledakan yang berakibat pada sebuah rumah petak luluh lantak.

Sementara terkait pengamanan Ibu Kota, Mbai menilai sudah cukup, dengan banyaknya aparat kemanan baik polisi maupun intelijen yang diterjunkan untuk mengantisipasi teror. Di daerah rawan peledakan bom, seperti Kuningan, pengamanan akan menambah di sekitar wilayah tersebut.

"Hal yang dibutuhkan adalah kewaspadaan masyarakat. Kalau ada orang atau tetangga yang mencurigkan cepat lapor ke pihak berwajib," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan bom rakitan meledak di sebuah rumah petak di Jalan Nusantara, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (8/9/2012), pukul 21.25 WIB, mengakibatkan seorang pria di dalam rumah petak tersebut terluka parah. Pria yang belum diketahui identitasnya itu masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri R Said Sukanto, Jakarta Timur.

Dua orang lainnya, yakni Mulyadi Tofik dan Bagus Kuncoromengalami luka ringan. Polisi sudah memeriksa delapan orang saksi di Markas Polres Kota Depok sejak Sabtu malam.

Tim Gegana juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni tiga granat nanas, manggis, dan asap, satu senjata api berjenis bareta dengan 17 butir peluru, 2 senjata enggran jenis serbu dalam bentuk masih rangkaian.

Selain itu juga ditemukan satu alat peredam senjata, 50 butir peluru kaliber 9,9 mm, 30 butir peluru 2,2 mm buatan pindad, 5 buah baterai 9 volt,1 laptop, 1 telepon genggam, 6 switching dalam rangkaian, 6 buah paralon 1/4 inch sudah terisi peledak, bahan peledak jenis serbuk potassium, HP ledak, detonator elektrik, kabel serabut tunggal, dan surat wasiat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.