Kompas.com - 09/09/2012, 18:53 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi mata menyaksikan ada dua orang pria berjalan cepat dari rumah petak yang menjadi sumber ledakan di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depo. Kedua pria itu kabur hanya berselang beberapa saat setelah ledakan terjadi. Polisi kini masih mengejar keduanya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengungkapkan, polisi mencurigai kedua pria itu terlibat dalam peristiwa ledakan yang terjadi di Beji, Sabtu (8/9/2012) malam. Kedua pria itu diduga turut serta dalam aksi kamuflase rumah petak yang dijadikan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara dan Pengobatan Tradisional. Polisi memperkirakan keduanya masih berada di sekitar Jakarta.

"Dua orang ini kami curigai masih dalam satu kelompok pelaku teror yang menjadi korban di Depok. Mereka lari dan masih ada di Jakarta," ungkap Boy di lokasi ledakan, Minggu (10/9/2012).

Boy menambahkan, pihak kepolisian kini sudah disebar ke seluruh rumah sakit yang ada di Jakarta untuk memburu dua pria misterius itu. Mereka diperkirakan mengunjungi rumah sakit karena ada salah seorang di antaranya yang terluka.

"Kami cek ke seluruh rumah sakit, jadi kalau ada info ada pria yang mengalami luka bakar dan luka akibat ledakan, atau pun terkena benda tajam, sedang kami upayakan upaya deteksi," kata Boy.

Sebelumnya, saksi mata sempat menyaksikan dua orang pria melarikan diri dari rumah Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok, pasca ledakan terjadi. Kedua pria itu sempat diamankan sekuriti Indomaret di sekitar lokasi dan berteriak histeris.

"Ada dua orang yang lari setelah ledakan. Pria dua-duanya. Mereka sempat diamanin sekuriti Indomaret," ujar Dany Aditya, Sabtu (8/9/2012) malam, di lokasi kejadian. Dany menuturkan kedua pria itu sempat berteriak adanya kiamat.

"Salah satu di antaranya teriak kalau 'kiamat'. Entah bagaimana, mereka akhirnya dilepas," kata Dany.

Menurut saksi mata lain, Herson, menuturkan ketika itu dia melihat dua orang pria berjalan kaki keluar dari arah belakang rumah petak yang menjadi sumber ledakan. Mereka pergi begitu saja, meski ada korban luka parah di dalam rumah petak di depannya. Pria-pria itu, lanjut Herson, memiliki postur tubuh tinggi dan ramping. Mereka menuju ke arah Terminal Depok.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.