Zulkarnaen Djabar Ditahan di Rutan KPK - Kompas.com

Zulkarnaen Djabar Ditahan di Rutan KPK

Kompas.com - 07/09/2012, 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Zulkarnaen Djabar, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK, Jumat (7/9/2012). Zulkarnaen adalah tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait penganggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, Zulkarnaen ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini. "Untuk kepentingan penyidikan," ucap Johan di Jakarta, Jumat.

Zulkarnaen keluar Gedung KPK, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB dikawal petugas keamanan seusai diperiksa selama kurang lebih delapan jam. Politikus Partai Golkar itu langsung dibawa ke Rutan KPK dengan mobil tahanan hitam yang menunggunya di pintu keluar Gedung KPK.

Sebelum masuk mobil tahanan, Zulkarnaen sempat mengatakan, dirinya akan kooperatif dengan KPK. "Saya kooperataif dengan KPK. Saya tegaskan saya akan lakukan upaya hukum dalam rangka tegakkan persoalan yang berhubungan dengan keadilan," ujar Zulkarnaen.

Ia terlihat mengenakan baju tahanan KPK serupa jaket berwarna putih yang bertuliskan "tahanan KPK".

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Zulkarnaen dan putranya Dendy Prasetya sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 10 miliar lebih terkait penganggaran proyek-proyek di Kemenag 2010 dan 2012.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Nasional
    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Nasional
    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Regional
    'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

    "Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

    Nasional
    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Nasional
    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Nasional
    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Internasional
    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Regional
    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    Nasional
    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Regional
    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Regional
    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Regional
    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Internasional
    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Nasional
    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    Regional

    Close Ads X