Kompas.com - 07/09/2012, 13:58 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS. com - Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggeledah rumah tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM Sukotjo S Bambang, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/9/2012) malam. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah dokumen terkait kasus tersebut.

"Barang bukti yang diamankan adalah beberapa dokumen terkait pelaksanaan proses pengadaan simulator SIM," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Agus Rianto, Jumat (7/9/2012).

Penggeledahan dilakukan di dua tempat yakni di kawasan Sumber Asih dan Sumber Sari, Pasir Koja, Bandung, yang merupakan rumah mertua Sukotjo. Saat ini, kata Agus, penyidik Polri masih memilah sejumlah barang bukti yang akan digunakan dalam tahap penyidikan.

"Sampai saat ini masih dilakukan pemilahan untuk nantinya kita gunakan dalam penyidikan lebih lanjut," terangnya.

Seperti diketahui, Sukotjo sebagai Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia merupakan pihak subkontraktor dari proyek simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun 2011. Saat ini Sukotjo mendekam di Lapas Kebon Waru, Bandung.

Pada 28 Juli lalu, Pengadilan Tinggi Bandung memperberat hukuman terhadap pihak sub kontraktor Sukotjo S Bambang, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dana pengadaan simulator menjadi 3 tahun 10 bulan penjara. Ia juga disebut mengalirkan dana kepada Irjen Djoko Susilo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Korlantas Polri. Dana tersebut diduga diterima Sukotjo dari pemenang tender, Direktur PT CMMA, Budi Susanto.

Sukotjo pun tengah berada di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kasus ini sama-sama ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Sukotjo sama-sama ditetapkan menjadi tersangka oleh kedua lembaga tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Sukotjo, Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto juga menjadi tersangka KPK dan Polri.

Menurut Agus, penggeledahan ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan kasus itu. Polri  ingin menunjukan pihaknya serius dalam menangani kasus yang juga melibatkan beberapa anggota kepolisian.

"Kita tidak lagi menginginkan adanya hal-hal yang dianggap bahwa kita menangani kasus tidak serius. Komitmen pimpinan Polri sudah jelas. Setiap penanganan kasus akan dilaksanakan tuntas, termasuk kasus simulator," ujar Agus.

Berita terkait kasus ini bisa diikuti dalam topik "Dugaan Korupsi Korlantas Polri"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

    Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

    Nasional
    Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

    Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

    Nasional
    Ketum PKB: 'Reshuffle' Kabinet Masih Sebatas Rumor

    Ketum PKB: "Reshuffle" Kabinet Masih Sebatas Rumor

    Nasional
    Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

    Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

    Nasional
    Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak 'Bully' Penyandang Disabilitas

    Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak "Bully" Penyandang Disabilitas

    Nasional
    Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

    Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

    Nasional
    Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

    Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

    Nasional
    Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

    Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

    Nasional
    Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

    Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

    Nasional
    Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

    Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

    Nasional
    Mensesneg: Untuk Pertama Kalinya Komnas Disabilitas Dibentuk

    Mensesneg: Untuk Pertama Kalinya Komnas Disabilitas Dibentuk

    Nasional
    UPDATE 1 Desember: 292.143 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa, Positivity Rate PCR 0,76 Persen

    UPDATE 1 Desember: 292.143 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa, Positivity Rate PCR 0,76 Persen

    Nasional
    Jokowi: Saya Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

    Jokowi: Saya Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

    Nasional
    90 Persen Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran WNI Repatriasi

    90 Persen Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran WNI Repatriasi

    Nasional
    BMKG Peringatkan Potensi Siklon Tropis Teratai di Samudera Hindia, Barat Daya Lampung

    BMKG Peringatkan Potensi Siklon Tropis Teratai di Samudera Hindia, Barat Daya Lampung

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.