Kompas.com - 07/09/2012, 09:33 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Pusat Muhammadiyah menegaskan keberatannya atas fatwa sesat Syiah yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan, fatwa tersebut justru akan memicu tindakan intoleransi yang tidak sesuai dengan semangat Islam. 

"Atas dasar apa MUI Jatim mengeluarkan fatwa itu? Baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim karena masih berada di lingkaran syahadat. Menurut kami, yang mempercayai syahadat itu otomatis Islam, apa pun mazhabnya," ujar Din, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (6/9/2012) malam.

Menurutnya, baik Syiah maupun Sunni pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan. Kedua hal itu, lanjutnya, harus disikapi dengan mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Kemunculan dua mazhab itu, kata Din, setelah Nabi Muhammad SAW sehingga dapat dipandang sebagai pandangan kritis dalam memaknai Islam. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak perlu dipertentangkan. 

"Hal yang perlu diingat adalah bagimu pendapatmu dan bagiku pendapatku, mari kita bertoleransi," kata Din.

Ia pun berharap fatwa tersebut dapat dicabut.

Sebelumnya, MUI Jatim tetap pada pendirian tidak akan mencabut fatwa sesat Syiah dengan nomor keputusan 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah di Indonesia. Alasannya, fatwa itu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran Syiah. MUI Jatim berdalih fatwa tersebut sebenarnya untuk memperkuat fatwa MUI Pusat tahun 1984. Dalam fatwa itu, MUI menegaskan agar masyarakat mewaspadai aliran Syiah.

MUI Jatim turut berpendapat, seorang presiden pun tidak memiliki kuasa mencabut fatwa kesesatan Syiah.

"Bahkan Presiden pun tidak bisa mencabut fatwa kesesatan Syiah," tegas Sekretaris MUI Jawa Timur, M Yunus, Kamis (6/9/2012).

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

    Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

    Nasional
    Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

    Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

    UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

    Nasional
    Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

    Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

    Nasional
    UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

    UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

    Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

    UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

    UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

    Nasional
    Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

    Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

    Nasional
    UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

    UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

    Nasional
    Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

    Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

    Nasional
    RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

    RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

    Nasional
    Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

    Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X